57 Kasus Kebakaran Lahan Terjadi di Bangka Barat dalam Dua Bulan Terakhir

oleh -145 views

MUNTOK, BERITABANGKA.COM — Kasatpol PP Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama, mengatakan 57 kasus kebakaran lahan terjadi dalam dua bulan terakhir selama musim kemarau tahun 2019. Bahkan terus meningkat terhitung dalam bulan Juli hingga Agustus.

“Dua bulan terakhir, bulan Juli ada 28 kasus, bulan Agustus ini baru pertengahan bulan sampai kemarin sore, itu sudah 29 kasus. Berarti trend-nya ini dari bulan ke bulan meningkat,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019) siang.

Dikatakannya, kebakaran lahan ini kebanyakan disebabkan pembakaran untuk membuka lahan pertanian yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan kelalaian masyarakat.

“Kelalaian itu bisa puntung rokok, bisa orang bakar sampah hingga melayang keman-mana, ini kan angin kencang nih. Kemudian beberapa kejadian kayak yang di Pait itu, orang bakar untuk mecah batu, pernah kejadian satu dua kasus. Tapi yang paling banyak penyebabnya adalah pembakaran pembukaan lahan,” ujarnya.

Sidarta juga menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke kecamatan-kecamatan guna melakukan sosialisasi tentang aturan pembakaran membuka lahan untuk pertanian. Menurutnya, membakar lahan untuk pertanian telah diatur dalam Peraturan Kementerian Pertanian dan tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Jadi boleh dibawah dua hektar, kalau diatas dua hektar tidak boleh. Kemudian itu ada kriteria lagi, ada kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan para petani, misalnya membikin batas, tidak dibiarkan begitu saja, pembakaran itu harus disertai dengan batas, kemudian ditunggu, jangan ditinggalkan, kemudian tidak boleh membakar pada malam hari,” jelasnya.

Selain itu, Sidarta menghimbau agar para petani mengutamakan keamanan dan keselamatan saat membakar. Jangan sampai api merambat ke kebun lain atau ke perkampungan. (Oma/Beritabangka)