Dugaan Kekerasan kepada Santri TPA, Kemenag dan Dindikbud Basel Dukung Proses Hukum

oleh -258 views

TOBOALI, BERITABANGKA.COM — Kepala Kemenag Bangka Selatan H Jamaluddin menilai aksi kekerasan yang dilakukan oknum Bripka Jam terhadap anak dibawah umur berinisial Dp (9), santri TPA Al Istiqomah, murni perbuatan hukum serta pelanggaran hukum. Kebetulan saja tempat kejadiannya itu di lembaga pendidikan TPA Al Istiqomah.

“Itu murni perbuatan hukum, pelanggaran hukum dan tentu saja kami mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kapolres dan yang akan dilakukan ke depan terkait dengan proses hukum kepada oknum itu. Kami mendukung proses hukum ini segera diselesaikan sesuai dengan SOP yang ada di kepolisian,” ungkapnya, Senin (22/7/2019) di Mapolres Bangka Selatan.

Dirinya berharap dan mengingatkan semua pihak untuk dapat melihat kejadian tersebut secara jernih dan tidak memperkeruh suasana ataupun menyulutkan hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat.

Senada, Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Basel, Sumadi menilai atas kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Karena menurutnya, banyak hal dan faktor atas kejadian itu dan semoga ke depannya kejadian serupa tidak terulang lagi di Bangka Selatan.

“Kami mendukung proses hukum yang saat ini telah dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Bangka Selatan. Proses hukum agar dilaksanakan secara tepat, bijak berdasarkan asas praduga tidak bersalah dan transparan.

Jadi apapun keputusannya di dalam proses ini agar masyarakat tahu, apalagi kejadian ini dilakukan oleh oknum anggota kepolisian, jadi masyarakat harus tahu. Masalah ini viral karena dilakukan oleh oknum kepolisian.

Kalau dilakukan oleh masyarakat biasa nggak seviral ini. Karena itu, prosesnya harus transparan agar kepercayaan masyarakat kepada polisi bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sumadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *