Kemendagri Akui Ada Kelalaian Hingga KTP-El Tercecer

oleh
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh (kiri) bersama Kapolres Bogor AKBP AM Dicky (kanan) menggunting KTP elektronik yang telah rusak saat gelar perkara kasus KTP Elektronik yang tercecer di Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/5). Polres Bogor telah melakukan penyelidikan dengan mengamankan barang bukti satu dus dan seperempat karung KTP-el yang rusak serta meminta keterangan Kemendagri, penjaga gudang, sopir serta penanggung jawab ekspedisi. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/kye/18

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri mengakui ada kelalaian sehingga terjadinya kasus KTP elektronik yang tercecer di jalan wilayah Bogor. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arief Fakrulloh mengungkap kelalaian terjadi proses ekspedisi pemindahan KTP-el yang sudah rusak tersebut dari Kantor Dukcapil ke Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor. Yakni saat menempatkan kardus berisi KTP-el ke bak mobil ternuka sehingga jatuh dalam perjalanan menuju gudang Kemendagri di Semplak, Bogor

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh (kiri) bersama Kapolres Bogor AKBP AM Dicky (kanan) menggunting KTP elektronik yang telah rusak saat gelar perkara kasus KTP Elektronik yang tercecer di Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/5).

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh (kiri) bersama Kapolres Bogor AKBP AM Dicky (kanan) menggunting KTP elektronik yang telah rusak saat gelar perkara kasus KTP Elektronik yang tercecer di Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/5).
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Terjatuhnya kardus yang berisi KTP-el semata-mata karena kelalaian ekspedisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri mengakui ada kelalaian sehingga terjadinya kasus KTP elektronik yang tercecer di jalan wilayah Bogor. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arief Fakrulloh mengungkap kelalaian terjadi proses ekspedisi pemindahan KTP-el yang sudah rusak tersebut dari Kantor Dukcapil ke Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor. Yakni saat menempatkan kardus berisi KTP-el ke bak mobil ternuka sehingga jatuh dalam perjalanan menuju gudang Kemendagri di Semplak, Bogor.

“Terjatuhnya kardus yang berisi KTP-el adalah murni semata-mata karena kelalaian ekspediksi. Jadi disimpulkan bahwa tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas kejadian tersebut,” ujar Zudan saat memberi keterangan persnya di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (28/5).

Zudan menyebut itu juga berasal hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Kabupaten Bogor. Menurutnya, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) proses pemindahan KTP el rusak tersebut harusnya dengan mobil bak tertutup.

Namun saat kejadian kardus KTP-el terjatuh, pemindahan KTP el dilakukan bersamaan dengan barang lain dan menggunakan mobil bak terbuka dengan ditutup terpal. Ia mengatakan proses pemindahan KTP el dan barang barang lainnya juga bersifat legal dan mempunyai surat perintah tugas. Bahkan, semua barang tersebut terdokumentasikan sejak dari Kantor Dukcapil hingga Gudang Kemendagri.
“Untuk SOP pemindahan ktp, SOPnya itu harus dengan mobil bak tertutup. Nah kemarin itu sebenarnya adalah, yang tampak di foto ada meja, kursi, lemari, kemarin itu sebenarnya yang dipindahkan lemari, meja, kursi, bukan khusus KTP-el. Tapi ada KTP dua kardus dan seperempat karung di gudang langsung dibawa. Jadi ini adalah kelalaian yang melanggar SOP,” ujar Zudan.

Karena kelalain itu, Zudan mengatakan muncul berbagai spekulasi dan isu yang mengaitkan penyalahgunaan KTP el untuk kepentingan politik jelang Pilkada dan Pilpres. Ia memastikan bahwa, semua KTP yang tercecer tersebut adalah KTP yang sudah rusak fisik maupun invalid datanya sehingga dibawa ke Gudang Kemendagri sebelum akhirnya dimusnahkan. Selain itu juga, Zudan mengatakan untuk pihak yang bertanggungjawab dalam kelalaian tersebut saat ini sedang dalam proses.

“Pertama untuk yang mutasi sedang diproses di Baperjakar (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Tapi dipastikan akan ada yang dimutasi. Penanggungjawabnya itu Kasubag rumah tangga yang menangani proses ini,” ujarnya.

sumber:republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *