Konferensi LPPL Hasilkan Deklarasi Panca Suara LPPL Indonesia

oleh

SURABAYA, BERITABANGKA.COM – Pelaksanaan Konferensi Nasional Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) se-Indonesia sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Gubeng, Kamis (7/2) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menghasilkan Deklarasi Panca Suara LPPL Indonesia.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, dalam sambutannya menyampaikan di era revolusi industri 4.0, peran LPPL televisi maupun radio cukup signifikan dalam mengedukasi masyarakat. Kemenkominfo pun telah menyusun draft RUU penyiaran, termasuk draft penguatan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pada struktur organisasinya akan ada jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen).

“Pemerintah komitmen memperkuat Komisi Penyiaran Indonesia dan LPPL dalam RUU penyiaran”. Terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha  dalam sesi diskusi interaktif denagan tema “Membangun LPPL Yang Kuat Untuk Mewujudkan Penyiaran Nasional Yang Sehat”  mengatakan, DPR RI akan mendukung eksistensi LPPL, karena siaran mereka dapat menjangkau hingga pelosok daerah. Pemerintah daerah pun sudah semestinya memanfaatkan dan mengoptimalkan peran LPPL dalam menyampaikan informasi terkait kinerja dan pembangunan daerah.

“Keberadaan LPPL sangat penting untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait beragam kegiatan kelembagaan, baik pemerintah daerah maupun pusat, serta kelembagaan nonpemerintah,” jelasnya.

Ia, berharap peran Kpid juga dapat  melakukan pengawasan terkait hoax dan konten yang diresahkan masyarakat secara nasional.

Hal senada diungkapkan, Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Dardak, menekankan keberadaan LPPL penting dan harus berkembang. Selain mengembangkan aplikasi teknologi yang mendukung penyiaran, LPPL pun mesti meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengelolanya.
“Strateginya tak hanya dengan penerapan aplikasi teknologi, tetapi kualitas sumberdaya manusia. Para pengelola maupun penyiar bekerja secara kreatif, inovatif dan mengikuti perkembangan pendengarnya,” kata Emil.

Akhir diskusi dilakukan penandatanganan Deklarasi Panca Suara LPPL Indonesia yang isinya antara lain:
-Meneguhkan komitmen LPPL sebagai lembaga penyiaran nonkomersial, nonpartisan, dan berimbang untuk mewujudkan ketahanan informasi.

-Meminta pemerintah dan DPR RI mendukung penguatan eksistensi LPPL, melalui UU Penyiaran, PP, Permen, dan Kepmen.

-Mengoptimalkan LPPL sebagai media informasi, hiburan, pendidikan, dan kontrol sosial yang sehat melalui siaran berjejaring nasional LPPL.

-Meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi insan penyiaran LPPL yang profesional dan beretika.
0.Membentuk Forum LPPL Indonesia sebagai wadah kegiatan insan LPPL dalam naungan dewan pers.

Acara diikuti 300 peserta  yang terdiri dari Dinas Kominfo dan pengelola LPPL radio se-Indonesia, hadir pula narasumber Yuliandre Darwis Ketua KPI Pusat, dan Mistam Ketua Dewan Pengawas LPP RRI.

Sebelum acara, digelar kegiatan Konvoi OB VAN LPPL, City Tour 4.0 dan pameran alat-alat broadcast.

Sumber: Dinas Kominfo
Penulis: Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *