Saatnya Petani Lada Babel Kembali Berjaya, Gubernur Erzaldi Ingin Petani Berpikir Maju

oleh -336 views

PANGKALPINANG — Kini sudah saatnya petani mempunyai pemikiran maju. Kendati hanya berkebun dan tinggal di pedesaan, namun petani harus menguasai teknologi, seperti menggunakan smartphone untuk kepentingan berkebun lada. Pasalnya melalui internet, petani bisa belajar mengenai cara bercocok tanam.

Menurut Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, jika petani lada bisa menggunakan teknologi smartphone, maka bisa langsung memantau perkembangan harga lada dunia. Tak hanya itu, petani juga bisa belajar banyak mengenai berkebun lada. Agar produksi perkebunan lada meningkat, perlu belajar dan menerapkan secara langsung.

“Jangan lagi tidak menerima jika diajarkan mengenai cara memilih bibit dan berkebun lada yang benar. Biase e kalau diajar, ngumong deng lah. Kami lah lama gawi nanem lada ne,” kata Gubernur Erzaldi berguyon saat peresmian Gedung Pengolahan Lada, Koperasi Lada Bangka Belitung, Jalan Air Mangkok, Semabung, Pangkalpinang, Kamis (19/7/2018).

Puluhan petani lada ikut menyaksikan peresmian Gedung Pengolahan Lada tersebut. Gubernur Erzaldi ingin masyarakat mempunyai semangat kuat untuk terus berkebun lada. Namun lada yang ditanam berkualitas baik, sehingga nantinya bisa memproduksi lada dengan jumlah banyak. Kalau produksi lada banyak, mengenai harga sudah tak membebani lagi.

Sedangkan untuk membuat harga lada menjadi lebih baik, kata Gubernur Erzaldi, ke depan harus memikirkan menjual lada melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Lada dari masyarakat diolah dan kemudian dijadikan lada bubuk. Harga lada bubuk ini jauh lebih mahal jika dibandingkan menjual langsung butiran lada.

“Pengolahan lada bubuk ada di Surabaya. Untuk membuat bubuk lada tersebut menggunakan lada dari Bangka Belitung sebagai bahan campuran guna mendapatkan wanginya,” kata Gubernur Erzaldi.

Sementara Asisten Deputi Perkebunan Hotikultura Kementerian Koordinator Perekonomian Wilistra Dani mengatakan, kebijakan mengenai lada di Babel baik bagi perkembangan perekonomian di Indonesia. Hal ini sangat penting untuk Indonesia dan juga dunia internasional. Sementara ini kebanyakan pengguna lada untuk kepentingan produk herbal.

Sudah seharusnya ada keinginan agar lada Indonesia kembali digunakan dan mendapat tempat. Ia menambahkan, Babel sekarang ini sebagai penghasil lada di Indonesia dan indikasi Babel sebagai penghasil terbesar dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah.

“Indonesia penghasil dan pengekspor lada terbesar. Pengelolaan lada di Babel untuk menjaga mutu lada, sehingga berdampak terhadap kestabilan harga,” jelasnya.
Sumber: Dinas Kominfo
Penulis: Adi Tri Saputra
Fotografer: Huzari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *