Suara Kades, Tanggapan DPRD dan Bakuda Basel Terkait Dana Desa Tahun 2020

oleh -530 views

*Riswadi: Data Perhitungan Indikator DD Bersumber dari Kementerian Teknis. DD yang Diterima Bisa Direvisi Asal Data yang Ingin Direvisi Didukung dengan Dokumen Resmi

TOBOALI, BERITABANGKA.COM — Sejumlah Kepala Desa di Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyuarakan aspirasi terkait besaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020 yang akan diterima oleh 50 Desa di daerah itu. Hal ini terkait terjadinya penambahan dan pengurangan DD yang diterima masing-masing Desa.

Seperti yang diutarakan Kepala Desa Rias, Abdul Ghani, kepada beritabangka.com pada Kamis (10/10/2019). Ghani menyampaikan bahwa seperti informasi yang ia terima, untuk tahun 2020, DD yang akan diterima oleh Desa Rias mengalami pengurangan.

“Kita tidak tahu indikator cara menghitungnya bagaimana sehingga terjadi penurunan drastis dari Rp 1,7 miliar menjadi Rp 1,3 miliar. Tapi kami tetap tidak komplain (mengeluh, red),” kata Abdul Ghani.

Meski begitu, Ghani mengusulkan agar indikator penghitungan hingga terjadi pengurangan dilihat kembali. Pasalnya, jika dilihat dari jumlah penduduk Desa Rias termasuk besar yang tentunya berimbas terhadap banyaknya persoalan seperti penduduk miskin.

Sementara Kepala Desa Gadung, Ahmad Basyahir, yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bangka Selatan yang desanya juga mengalami pengurangan DD menyampaikan, tidak mempersoalkan hal ini. Menurutnya, jika dilihat dari klasifikasi Desa IDM, desanya berkategori Desa maju.

“Dilihat dari itu, Dana Desa yang dikucurkan ke Desa kita artinya berhasil menurunkan angka kemiskinan. Yang terbesar itu Desa Payung Rp 2,5 miliar. Payung itu kan mengalami stunting, jadi wajar kalau besar karena stunting merupakan program nasional,” kata Basyahir.