Tekan Angka Pernikahan Usia Dini, DP2KBP3A Sosialisasi ke Sekolah

by -66 views

Surabaya,beritabangka.com babelprov.go.id – Perubahan media saat ini dalam era digitalisasi tidak bisa dihindari apapun platformnya, konten dan profesionalisme sumber daya manusia menjadi kunci dalam menumbuhkan ekonomi dan mendorong wirausahawan di indonesia.

“Saya selalu pisahkan konten dengan medium dalam industri media massa. Terpenting adalah konten yang bergantung pada sumber daya manusia di mana kuncinya adalah profesionalisme dari jusnalis,” tukasnya.

Begitu pandangan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam sambutannya di Konvensi Nasionnal Media Massa Jumat (8/2), Sheraton Ballroom, Kota Surabaya, Jawa Timur, dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2019.

Rudiantara juga menjelaskan berkembangnya digitalisasi, medium media massa juga sudah beralih dari cetak menuju media siber.
Meski begitu, kata dia, sekalipun medium sudah berubah tapi aspek penting dari media massa yaitu konten tidak pernah mengalami perubahan.

“Era digitalisasi tidak perlu dikhawatirkan, yang perlu diperhatikan dalam industri media adalah konten yang bergantung kepada profesionalisme SDM nya, sedangkan digitalisasi hanya tools atau alat”, ungkap Rudiantara.

Selain itu, era digitalisasi akan membuka lapangan kerja baru, karena bisa saling berbagi, sharing ekonomi seperti transportasi online dan pasar online, dipercaya dapat memperkecil gap antar masyarakat, hal ini dapat dilihat dari gini ratio 2018, sebesar 0,389. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio tahun lalu sebesar 0,391.

Selanjutnya, perkembangan teknologi jaringan internet dari 4G ke 5G menyebabkan jeda waktu pengirim ke penerima (latency) menjadi kecil sehingga teks, gambar dan video dapat disampaikan secara live kepada publik dengan lancar. Hal tersebut tentunya menjadi peluang bagi masyarakat dan pelaku bisnis digital.

Disisi lain, perkembangan digitalisasi menimbulkan sisi negatif, maraknya akun palsu, berita bohong (hoax), menjadi masalah baru bagi pemerintah, stakeholder dan masyarakat agar bersama-sama dapat diminimalisir.

“Upaya yang kami dilakukan saat ini bukan hanya penyebar hoax yg dikejar namun platformnya juga harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Sebelumnya, Yosep Adi Prasetyo Ketua Dewan Pers dalam sambutanya, kebebasan berekspresi juga harus dihindari dari hal-hal yg negatif.

“Generasi milenial tidak lagi membaca koran atau menonton televisi, mereka mengikuti perkembangan informasi dan menikmati hiburan dengan mengakses ponsel dan menggunakan media sosial”, ungkapnya.

Akibatnya fakta kebenaran banyak tertutupi informasi hoax yang beredar saat ini, hoax bukan saja memuat berita bohong semata namun saat ini sudah menebar kebencian ras, suku dan agama.

“Tugas pers saat ini mengubah diri secara total dari sebuah mengarahkan corong dan lensa kamera ke politik dan hingar bingar “Jakarta Sentris”, menjadi keunggulan potensi ekonomi, potensi wisata, seperti wisata kuliner di sebuah kawasan di daerah,” harapnya.

Diakhir sambutan, saya sebagai dewan pers mengingatkan perjuangan pers juga bagian dari peningkatan perekonomian yg kokoh dan mendorong penciptaan tenaga kerja. 

Konvensi mengangkat tema “Media Massa di Tengah Terpaan: Winner Takes All Market”, dihadiri insan pers seluruh indonesia. Sumber: Dinas KominfoPenulis: Huzari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *