Tim Jejaring Keamanan Pangan Gelar Pengawasan Pasar Ritel Modern

oleh

PANGKALPINANG – Tim gabungan jejaring satgas pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Jumat (11/5) melaksanakan pengawasan keamanan pangan ke sejumlah tempat pasar retail modern guna melakukan pengecekan terhadap kualitas barang khususnya bahan pangan yang beredar dan di jual di pasar modern antara lain pasar swalayan Puncak Mall, Hypermart BTC Pangkalpinang dan Ramayana Dept. Store. Hal ini diungkapkan Pairus selaku ketua tim inspeksi dari jejaring satgas pangan hari ini, usai melaksanakan inspeksi.

“Kami dari tim jejaring keamanan pangan daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari OPD dan lembaga lainnya, hari ini melaksanakan pengawasan keamanan pangan ke beberapa tempat, dimana Kami (tim satgas) terdiri dari tiga tim dan semua produk pangan yang ada di Pasar Modern yang ada di Pangkalpinang ini kami akan awasi,” ungkap Pairus usai melaksanakan inspeksi.

Pengawasan dan pengecekan bahan pangan yang dilakukan oleh tim satgas selain secara rutin dan berkala dilakukan namun pelaksanaan pengawasan hari ini, diungkapkan Pairus dimaksudkan dalam rangka deteksi dini keamanan bahan pangan menjelang memasuki bulan puasa tahun 2018 ini .

“Tujuan pengawasan keamanan pangan ini juga dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadhan sehingga masyarakat dalam mengkonsumsi pangan, baik itu pangan segar, pangan olahan ataupun pangan lainnya itu aman di komsumsi sehingga masyarakat bisa aman dalam mengkonsumsi pangan,” jelas Pairus.

Lebih jauh Pairus menjelaskan kegiatan pengawasan makanan selama memasuki bulan puasa tidak saja hanya terfokus pada pengawasan bahan pangan yang dijual di pasar modern namun juga dilakukan ke sejumlah tempat pusat penjualan makanan selama bulan puasa.

“Apalagi nanti selama bulan puasa ada juga pusat jajanan, dan ini BPOM bersama tim satgas lainnya akan melakukan pengawasan dan pengecekan,” tukas Pairus.

Pairus menambahkan kegiatan pengawasan dan pengecekan bahan pangan menjelang memasuki bulan ramadhan juga akan dilakukan ke sejumlah pasar tradisonal dan market yang ada di kabupaten.

“Tim satgas juga akan melaksanakan pengecekan ke bangka dan bangka tengah dan tim satgas yang ada di kabupaten juga sudah melakukan pengawasan,” imbuh Pairus.

Hal senada juga diungkapkan tim satgas pangan dari BPOM, Ester Junita Sinaga yang menjelaskan untuk pengawasan keamanan pangan secara rutin dan berkalan dilakukan oleh pihak BPOM bekerja sama dengan tim terpadu daerah, baik pengawasan bahan pangan yang ada di pasar modern maupun pasar retail tradisional.

“Pengawasan terhadap pasar retail itu baik pasar modern maupun tradisional yang kami lakukan itu bersifat rutin untuk kami awasi untuk melihat apakah produk yang dijual sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah, selain juga menjelang bulan puasa ini,” ungkap Ester.

Adapun kegiatan pengawasan yang dilaksanakan oleh tim jejaring satgas pangan hari ini meliputi pengecekan harga bahan pangan, pengecekan kemasan barang ,pengecekan kadarluasa barang dan sejumlah legalitas dokumen perizinan.

Terkait dengan pengecekan produk bahan pangan hari ini, Pairus mengungkapkan bahwa tim satgas telah menemukan sejumlah bahan pangan yang dijual tidak sesuai dengan ketentuan keamanan pangan seperti produk barang yang sudah kadarluasa, kemasan yang rusak, terkait legalitas dokumen bahan produk pangan khususnya izin edar produk bahan pangan dari luar negeri dan sejumlah barang bahan pangan yang sudah rusak.

Atas temuan tersebut, ditegaskan Pairus bahwa tim satgas telah memberikan himbauan dan peringatan kepada tim manejemen pengelola pasar swalayan untuk tidak menjual barang yang tidak sesuai ketentuan dan melakukan penarikan barang yang berdasarkan hasil inspeksi tidak layak untuk dikonsumsi.

“Jadi dari hasil temuan kami dilapangan langkah yang kami lakukan dari tim terpadu sifatnya hari ini prefentif dimana sudah penjelasan dan peringatan dini kepada pihak manajemen pasar swalayan agar menarik dan tidak lagi menjual produk yang tidak layak konsumsi dan apabila nanti masih ditemukan seperti ini kami akan serahkan kepada pihak penyidikan untuk dilakukan penindakan,” tandas Pairus.

Sumber:
Dinas Kominfo
Penulis:
Stevani
Fotografer:
Stevani
Editor:
Irwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *