Wagub Babel: Jadikan Perbedaan Semangat Persatuan Bangsa

oleh -318 views

PANGKALPINANG, BERITABANGKA.COM — Masyarakat Indonesia dipastikan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan akibat perbedaan pendapat dan keterbelahan sosial. Bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah SWT.

“Tinggalkan permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga diujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada,” kata Wagub saat membacakan sambutan Menkominfo pada Upacara Peringatan Harkitnas ke-111 di Halaman Kantor Gubernur, Senin (20/5/2019).

Lebih jauh Wagub Abdul Fatah mengharapkan, bisa mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri. Semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”.

Indonesia adalah bangsa yang besar, telah mampu terus menghidupi semangat persatuan selama berabad-abad. Kuncinya, kata Wagub, ada dalam dwilingga salin suara, gotong-royong. 

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia, dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas.

Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong.

Menurut Bung Karno, “Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. 

Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”

Yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa, digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. 

“Yel-yel ini disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa,” kata Wagub. Sumber: Dinas KominfoPenulis: HuzariEditor: Padli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *