Berkat Inovasi Teknologi Basel Percepat Penyediaan Stok Pangan

  • Whatsapp

Masa panen raya padi sawah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada tahun ini terjadi pada periode Maret- April. Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda hampir keseluruhan negeri, tak menyurutkan petani padi sawah di Negeri Junjung Besaoh khususnya Gapoktan Sepakat Jaya Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan untuk tetap melakukan panen padi untuk kebutuhan pangan di Provinsi Bangka Belitung.

Seperti diketahui Bangka Selatan merupakan lumbung pangan khususnya padi di Provinsi Babel. Aktivitas panen padi sawah ini tentunya tetap dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Setelah panen usai petani Desa Rias langsung melakukan olah tanam kembali untuk mempersiapkan IP 200 dari IP 300 yang direncanakan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari dukungan Kementerian Pertanian atas bantuan mekanisasi pertanian mulai dari olah tanah hingga panen.

Bacaan Lainnya

Di tengah pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, Kementerian Pertanian memiliki tugas yakni memastikan ketersediaan pangan yang harus selalu tersedia dan mudah diakses dengan harga yang terjangkau.
Apalagi, sektor ini berperan sebagai lokomotif pendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana diberitakan, Menteri pertanian dalam berbagai kesempatan meminta agar produksi pertanian harus terus tetap berjalan di tengah kondisi seperti ini.

“Adanya pandemi Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Terpisah melalui video teleconferens, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Jufry juga terus menekankan pada seluruh jajaran unit kerjanya baik di pusat maupun di daerah untuk terus mengawal dan mendampingi petani dengan inovasi pertanian agar produksi pertanian tetap terjaga.

“Namun tentunya dengan tetap waspada dan mengedepankan protokol pencegahan Covid-19,” kata Fadjry Jufry melalui Kepala BPTP Bangka Belitung, Suharyanto, Rabu (15/4/2020).

BPTP Babel sebagai UPT Balitbangtan, kata Suharyanto, tetap terus mendampingi dan mengawal produksi pangan di Provinsi Bangka Belitung. Terlebih dengan adanya kostratani sistem pendampingan, monitoring dan pelaporan, program-program utama Kementan akan terkoordinasi lebih baik meskipun di tengah pandemi Covid-19.

“Terkait dengan peningkatan IP, BPTP juga telah melaksanakan denfarm IP 300 di Bangka Selatan melalui pendekatan penggunaan VUB padi umur genjah, mekanisasi alat tanam dan panen, pompanisasi dan tentunya dengan penerapan Kalender Tanam Terpadu (Katam Terpadu),” tutur Suharyanto.

Salah satu Gapoktan di Bangka Selatan yang sedang melaksanakan panen dan olah lahan saat ini adalah Gapoktan Sepakat Jaya dengan luas lahan sekitar 1.600 ha dimana 700 ha lahan telah dipanen. Lahan tersebut merupakan cetak sawah tahun 1986. Saat ini telah mampu melaksanakan tanam dua kali dalam setahun, namun utuk tahun ini direncanakan untuk bisa panen 3 kali setahun.

Melalui pendampingan penyuluh pertanian dan pendamping peneliti/penyuluh BPTP Babel, implementasi teknologi sudah mulai diadopsi antara lain mekanisasi pertanian penggunaan traktor, transplanter dengan sistem tanam jarwo 2 : 1 dan 4 : 1, pemupukan spesifik lokasi, pemanenan pun telah menggunakan combine harvester. Melalui mekanisasi akan lebih efisien baik aspek waktu, tenaga dan biaya usaha tani. Dominasi VUB Balitbangtan terlihat di lokasi persawahan Desa Rias dari penggunaan varietas Inpari 30, 32, 33, Inpari 42 dan Inpari 43.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Suhadi, mengungkapkan bahwa dari total luas lahan sawah di Bangka Selatan 13.880 ha saat ini sebagian besar sudah panen dan memulai olah tanah untuk tanam kegiatan IP 200. Saat ini produktivitas di tingkat petani rata-rata berkisar 7-9 ton GKP/Ha. Dimana harga jual rata-rata Rp.4700-5000/kg GKP dan harga beras ditingkat petani mencapai 9.500 – 10.000/kg.

Lebih lanjut Suhadi mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan optimasi lahan didukung penggunaan VUB Balitbangtan, optimis panen bulan September dapat diraih.

“Untuk percepatan tanam juga telah digerakkan brigade alsintan yang dapat mempercepat proses produksi tanam sampai panen. Saya mewakili Pemerintah Daerah Bangka Selatan juga mengucapkan terimakasih atas dukungan alsintan yang diberikan Kementerian Pertanian antara lain ; excavator, TR 4, TR 2, Combine Harvester, Transpanter dan Pompa Air yang sangat bermanfaat dalam rangka meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi di Bangka Selatan,” ujar Suhadi.

Ditambahkan Suhadi, saat ini Gapoktan Sepakat Jaya yang menaungi 50 Poktan di Desa Rias dengan total anggota 1.250 orang. Dukungan Dinas Pertanian Bangka Selatan untuk petani padi juga diwujudkan dengan kerjasama koorporasi antara Gapotkan dengan PT Bumi Pangan Digdaya dalam hal pembelian Gabah Kering Panen seberas 4.000 – 4.500/kg sesuai kualitasnya.

Dengan adanya model korporasi ini diharapkan akan meningkatkan semangat petani untuk meningkatkan produksi dan harga jual dan pendapatan petani tentunya juga meningkat.

[smartslider3 slider=22]

PPL Rias khususnya SP. B dan SP, Suyanto, saat dihubungi juga mengatakan bahwa pihaknya akan tetap terus mendampingi dan mengawal petani di lapangan guna menjaga produksi pangan dan meningkatkan Indeks Pertanaman menuju IP 300 atau 3 kali tanam/panen dalam setahun. Bahkan pihaknya juga tetap menyebarluaskan informasi terkait pencegahan Covid-19 pada petani saat di lapangan, tentunya dengan tetap menjaga kewaspadaaan.

Aryanto Rian, selaku Ketua Gapoktan Sepakat Jaya saat ditemui menyatakan akan mendukung kegiatan IP 300 di wilayahnya dan akan menggerakan anggotanya sehingga seluruh anggota Gapoktan akan menanam, dengan total lahan 1.630 ha bisa ditanami semua.

“Dengan beroperasinya 8 combine harvester akan mempercepat proses panen sehingga bisa olah tanah kembali,” imbuh Aryanto.

Pos terkait