Dukun dan Politik di Indonesia

  • Whatsapp

Seperti penumpang gelap dalam kereta api politik Indonesia, dukun dinafikkan dan tersembunyi dari gegeran studi politik pasca Orde Baru. Perhatian banyak sekali tercurah kepada aspek-aspek yang dianggap rasional dan obyektif dalam Pemilu.

Padahal, fenomena dukun dalam politik Pemilu di Indonesia sudah berlangsung lama dan bahkan terlalu gegabah untuk diabaikan. Dukun kerap kali dimanfaatkan karena kehadirannya dipercaya menguntungkan kekuasaan dan keamanan pengguna jasanya dalam kontestasi politik.

Bacaan Lainnya

Ulasan singkat berikut ini bermaksud memotret keberadaan jasa dukun dalam politik kontemporer. Ulasan ini tidak bertujuan untuk membuktikan realitas empiris apakah ilmu mistik yang gaib dari para dukun itu benar adanya.

Penulis ingin menyampaikan bahwa fenomena dukun dalam banyak kasus tidak bisa dipisahkan dari kontestasi politik Indonesia, bahkan sampai sekarang saat telah menjamurnya lembaga polling (pollster) yang dianggap sebagai salah satu tolak ukur demokrasi modern.

Dukun di masa rejim Soeharto

Perdukunan sebagai fenomena sosial bukanlah sesuatu yang asing dalam keseharian kehidupan masyarakat. Dukun adalah orang yang dipercaya memiliki kekuatan dan daya magis, menggunakan kekuatannya secara diam-diam dan dengan cara yang amat rahasia, untuk keuntungan pribadi atau permintaan dari orang lain.

Keuntungan yang dimaksud untuk menolong dan menyembuhkan, atau sebaliknya menimbulkan ketakutan dan penderitaan pada orang yang ditujunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *