Kompleksitas dan Dinamika Tenaga Honorer Terhadap Pembangunan Daerah

  • Whatsapp

Kompleksitas dan dinamika tenaga honorer khususnya di Kabupaten Bangka Selatan memang sangat menarik untuk dikaji. Besarnya angka tenaga honorer di daerah itu suka tidak suka pasti akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tiap tahunnya.

Penerimaan tenaga honorer ini bermula pasca terbentuknya Kabupaten Bangka Selatan belasan tahun lalu. Pada saat itu Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memang baru seumur jagung dan sedang butuh-butuhnya dengan tenaga kontrak guna membantu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang jumlahnya masih sedikit.

Bacaan Lainnya

Namun dari tahun ke tahun jumlah tenaga honorer ini disinyalir terus terjadi peningkatan. Data terakhir pada tahun 2020 menyebutkan jumlah tenaga honorer di daerah itu mendekati 3.000 orang. Diperlukan dana kurang lebih Rp 7 Miliar per bulan atau Rp 84 Miliar per tahun hanya untuk membayar gaji honorer.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini tentunya hal ini akan semakin berat buat daerah. Alasannya adalah tidak tercapainya penerimaan daerah akan berimbas kepada potensi tertundanya pembayaran gaji dan TPP serta tertundanya pembayaran beberapa pengeluaran belanja barang jasa dan belanja modal.

Kontribusi jumlah tenaga honorer ini untuk pembangunan daerah juga patut dipertanyakan. Karena diduga banyak masuk lewat “Pintu Siluman” justru tidak menghasilkan impact positif yang signifikan untuk daerah karena direkrut tidak berdasarkan kompetensi dan kualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.