Sejarawan Bangka Belitung Ziarah ke Makam Depati Amir di Kupang

  • Whatsapp

Akhmad Elvian Sejarawan Bangka Belitung Penerima Anugerah Kebudayaan berkesempatan berziarah ke makam Depati Amir di Batu Kadera Airmata Kupang setelah penetapan sebagai Pahlawan Nasional pada Tahun 2018, Rabu (23/12/2020).

Keberangkatan itu dilakukannya bersama saudara Ali Usman dan Muhammad Wirtsa Firdaus.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ini bagi saya merupakan kunjungan ke 5. Kunjungan pertama saya lakukan pada Tahun 2004 dan dilanjutkan dengan penelitian dan pengkajian dalam rentang waktu yang panjang hingga Tahun 2018,” ungkap Elvian.

Ia menjelaskan penelitian juga sempat dilakukan di negeri Belanda hingga tersusunlah biografi dan riwayat hidup perjuangannya yang kemudian dibukukan dalam satu buku berjudul “Depati Amir Perjuangan dan Pengabdian Lintas Pulau Tahun 1848-1869”.

Dikatakannya, Depati Amir Lahir di Mendara distrik Marawang Keresidenan Bangka Tahun 1798. Ia memimpin perlawanan rakyat Bangka melawan pemerintah Hindia Belanda tahun 1848-1851 Masehi.

“Namun pada tanggal 7 Januari Depati Amir dan Hamzah atau Tjing ditangkap. Selanjutnya pada tanggal 22 Januari 1851 Depati Amir diberangkatkan menuju Batavia dan dipenjara di Batavia. Dari Bangka mereka diberangkatkan dengan kapal uap β€œOnrust”,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada 4 Februari 1851 keputusan pemerintah Hindia Belanda tanggal 4 Februari 1851 nomor 3 Depati Amir ditetapkan dihukum dengan dibuang seumur hidup ke Kupang Pulau Timor. Dan disana akan tinggal dibawah pengawasan polisi.

Kemudian pada tanggal 9 Maret 1851 Depati Amir termasuk ibunya Dakim, istrinya Imur, saudara perempuannya Ipa dan Sena, iparnya Gindip, anak angkatnya Baidin, pembantunya Mia, disebabkan ayat 1 dan 2 dari besluit pemerintah 4 Februari 1851 nomor 3, dengan kapal api Argo dikirim ke Surabaya dan akhirnya dari sana dengan kapal api Banda dikirim ke Timor.

Depati Amir wafat pada tanggal 28 September 1869 pada usia 71 Tahun karena tua dan sakit di Kupang, keresidenan Timor. Makamnya saat ini berada di Pemakaman Muslim Batukadera, Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama.

“Pada kompleks makam juga terdapat makam adik Depati Amir yaitu Hamzah atau Tjing. Saat kunjungan kami didampingi bapak Dhien Latief dan bapak Abdul Syukur,” tutupnya. (Rill).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *