Pemkot Pangkalpinang Dukung Pemetaan Potensi Kawasan Rawan Narkoba

  • Whatsapp

Pemerintah Kota Pangkalpinang menerima kunjungan kerja Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada kegiatan pemetaan potensi kawasan rawan narkoba di Kota Pangkalpinang.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Pangkalpinang, Erwandy menyampaikan pemkot mendukung dan bersinergi mensukseskan program yang masuk dalam Renstra BNN.

Bacaan Lainnya

“Kami berterima kasih terhadap program pemberdayaan masyarakat sekitar. Sehingga kebangkitan ekonomi melalui program tersebut dapat menstimulus masyarakat,” pungkas Erwandy, di ruang pertemuan lantai II kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (2/2/2021).

Sementara itu, Kasubdit Masyarakat Perkotaan BNN, Sefidonayanti menyampaikan, kunjungan pihaknya ke Pangkalpinang untuk melakukan mapping terhadap kawasan rawan narkoba.

“Kita memetakan bukan hanya potensi kerawanan wilayah, yang sudah didapatkan datanya dari steakholder, tetapi yang menjadi perhatian kami adalah potensi masyarakatnya,” jelas Sefi.

Menurutnya, yang akan dilakukan oleh BNN setelah pemetaan yakni lebih menekankan kepada pelatihan life skill atau kecakapan hidup kepada masyarakat dikawasan yang dianggap berpotensi terhadap peredaran dan penggunaan narkotika.

Setelah melakukan mapping terhadap wilayah di Pangkalpinang, BNN mendapati di Kelurahan Pasir Putih menjadi kawasan yang paling rawan terhadap narkotika. BNN akan melakukan intervensi terhadap masyarakat di daerah tersebut, baik yang sudah terpapar maupun belum, agar tidak terjerumus ke penyalahgunaan Narkoba.

Tahapan selanjutnya setelah mengetahui potensi minat masyarakat terhadap usaha apa, BNN akan melaksanakan bimtek untuk pendamping yang berasal dari tokoh masyarakat.

“lalu setelah itu kita akan melakukan pelatihan kewirausahaan yang akan disesuaikan dengan potensi yang ada di Kelurahan Pasir Putih ,” ucapnya.

Sumber Berita :Diskominfo Kota Pangkalpinang.
Foto : Dok Diskominfo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *