Kompensasi KIP Belo Laut Ditransfer, Masyarakat Kondusif

  • Whatsapp

Sempat terjadi gejolak di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat akhir tahun 2020 lalu, terkait aksi warga yang melakukan penolakan beroperasi Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan mereka.

Bahkan dari aksi tersebut ada beberapa warga diperiksa dan ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian. Disampaikan Kades Belo Laut, Ibnu, saat ini mobil operasional desa yang sempat dijadikan barang bukti masih berstatus pinjam pakai.

Bacaan Lainnya

“Setahu saya itu masih jadi tunggakan perkara, karena mobil yang keluar itupun masih pinjam pakai barang bukti statusnya,” katanya via telepon, Kamis (18/2/21).

Dilanjutkan Ibnu, saat ini suara penolakan terhadap KIP sudah kondusif. Menurutnya, mungkin kondisi yang kondusif ini disebabkan sistem kompensasi dari KIP yang sekarang langsung diberikan kepada masyarakat tanpa perantara sehingga masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya.

“Yang jelas Pemerintah Desa Belo Laut merasa terbantu, karena kita sama-sama tahu Desa ini Dusunnya banyak, sementara bantuan terbatas, jadi kalau lihat sisi positif bisa meringankan beban, minimal ada manfaatnya,” ungkapnya.

Terkait masyarakat yang kemarin menolak apakah juga mendapatkan kompensasi atau tidak, Ibnu mengaku tidak bisa memastikan sebab hal itu lebih diketahui oleh Panitia KIP ketimbang dirinya.

“Kita berharap Desa kita bisa kondusif, terus yang kedua apa pun kegiatan yang ada di Desa ya minimal masyarakat jangan hanya menonton lah, tapi ikut merasakan,” ujarnya.

Pos terkait