Napi Rutan Muntok yang Kabur Belum Terdeteksi

  • Whatsapp

BANGKA BARAT — Dua orang Narapidana (Napi) Rumah Tahanan (Rutan) Negara kelas IIB Muntok Kabupaten Bangka Barat yang melarikan diri Selasa 30 Maret 2021 dini hari lalu hingga kini belum terdeteksi keberadaannya.

Kepala Rutan Muntok, Abdul Rasyid Meliala menduga kedua orang tersebut lari ke hutan. Saat ini pihak Rutan telah melakukan mediasi dengan pihak keluarga napi. Apabila napi itu pulang ke rumah disarankan untuk menyerahkan diri. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan, Polres, Kodim dan Pelabuhan.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini belum ada titik terang, karena kabarnya mereka masih berada di dalam hutan, sembunyi, mungkin mereka takut untuk menyerahkan diri,” katanya Senin (5/4/21) pagi di kantornya.

Dijelaskan Abdul Rasyid, ketiga napi Satria Nurwega alias Kojek, Sehendra alias Jakai dan Dedi Afrianto sudah merencanakan untuk kabur dengan cara membobol plafon dan genteng.

Jakai dan Kojek berhasil melarikan diri keluar Rutan dengan menggunakan kain yang disambung untuk memanjat. Sementara pagar kawat yang dialiri listrik dibuat korslet oleh napi tersebut. Namun tidak dengan Dedi yang keseleo pada kakinya sehingga berhasil ditangkap petugas.

“Mereka kabur pertama kali membobol dek, genteng, baru kemudian berjalan lompat ke bawah, baru manjat lagi ke tembok menggunakan kain yang dirangkai-rangkai. Jadi pada saat itu dia (Dedi) lompat kakinya keseleo dan dia tidak mampu lagi sehingga teman-teman meninggalkan dia,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *