Pergerakan Kegiatan Ekonomi Nasional Mulai Membaik

  • Whatsapp

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan realisasi penerimaan negara dari pajak hingga akhir April mencapai Rp228,1 triliun atau 18,6% dari target penerimaan pajak sebesar Rp1.229,6 triliun atau turun 5,6% dibandingkan tahun lalu.

Namun, hal ini terjadi karena pada triwulan I tahun 2020, belum terjadi kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini dan juga karena adanya pajak yang ditanggung Pemerintah seperti pada pasal 22, pajak final UMKM, dan PPnBM.

Bacaan Lainnya

“Untuk bea cukai, dari target Rp.215 triliun kita telah mengumpulkan Rp.62,3 triliun atau sebesar 29%, terjadi kenaikan penerimaan bea cukai sampai 62,7%. Ini sesuatu yang bagus yang kita harapkan akan terjaga sampai akhir tahun dan bisa tercapai targetnya”, jelas Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi April 2021 secara daring pada Kamis (22/04).

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan hibah sebesar Rp88,4 triliun atau 29,6% dari target Rp.299,1 triliun, terjadi negative growth dari tahun lalu sebesar 8,4%.

“Ini terutama karena harga Sumber Daya Alam (SDA) yang bulan Januari sampai Maret tahun lalu dibandingkan sekarang ini masih rendah, meskipun kondisi harga-harga dari komoditas mulai pulih. Namun, dibandingkan kondisi Januari Maret tahun lalu, (tahun) ini masih lebih rendah”, ungkap Menkeu

Dari sisi penerimaan pajak, meski mengalami pertumbuhan yang turun 5,6%, namun secara detil menggambarkan kegiatan ekonomi yang mulai bergerak. Untuk PPh Pasal 21 masih mengalami tekanan karena perekonomian belum sepenuhnya pulih dan secara optimis akan membaik di kuartal kedua.

Pos terkait