BERITABANGKA.COM,TOBOALI–Pemerintah kabupaten Bangka selatan meraih peringkat ketiga pada penilaian Kinerja Kabupaten atau Kota dalam Pelaksanaan Aksi 1 sampai dengan 8 Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2021, yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Herman selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bangka Selatan,menjelaskan penurunan stunting merupakan program nasional. Oleh karena itu Pemerintah harus melaksanakan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.

“selanjutnya Jadi pada tahun 2020 di Kabupaten Bangka Selatan terdapat 8 lokus dan hal itu menjadi penilaian terkait capaian yang telah dicapai. Nah, jadi bagaiman rencana aksi 1 hingga 8 itu dan inovasi-inovasi yang mendukung percepatan penurunan angka stunting,” kata Herman, Kamis (17/6)

Menurut herman, pemerintah daerah kabupaten Bangka Selatan sudah sangat gencar untuk menekan angka stunting dengan Dana Alokasi Khusus dan APBD. Pihaknya pun akan terus mengawal percepatan penurunan angka stunting di Bangka Selatan bersama instansi terkait lantaran hal ini merupakan kerja lintas sektoral dengan program-program yang fokus penyelesaian penurunan stunting.

“Bangka Selatan ini sangat unik karena sebagai lumbung pangan di Bangka Belitung maka akses ke kebutuhan pangan tidak mengalami kendala. Setelah kita petakan ternyata masalah utamanya adalah masalah pola asuh dan masih adanya yang kawin muda,” tutupnya.