Kisruh TI Tungau Jadi Atensi Khusus Pemda, Riza Herdavid: Saya Masih Memperjuangkan

  • Whatsapp

BERITA BANGKA.COM, BANGKA SELATAN–

Kisruh Tambang Laut masih memanas diperairan Kampung Nelayan dan Sukadamai, Kabupaten Bangka Selatan, hal itu jadi atensi khusus untuk Pemerintah Daerah selaku pemangku kebijakan untuk memperjuangkan hajat dari masyarakatnya.

Bacaan Lainnya

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, hingga kini masih terus berupaya memperjuangkan tambang rakyat jenis Tambang Inkonvensional (TI) Tungau ke PT TIMAH TBK, tujuannya agar aktivitas penambangan pasir timah skala kecil itu diperbolehkan menambang.

Menurutnya, terlepas aktivitas Tambang Rakyat tersebut ilegal, namun sangat diharapkannya PT TIMAH TBK, dapat mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat ditengah kondisi pandemi COVID-19 guna membantu perekonomian masyarakat.

“Apa yang dikeluhkan oleh para pekerja tambang (TI Tungau_red) sudah saya komunikasikan ke PT TIMAH TBK Harapan saya, PT TIMAH TBK dapat  mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat agar aktivitas Tungau di perairan Toboali diperbolehkan beroperasi, karena ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini masyarakat butuh pekerjaan dan penghasilan,” kata Riza Herdavid, Sabtu (18/9/2021).

Riza menegaskan, bahwa keluhan para penambang TI Tungau yang meminta kebijakan dari pemerintah dan PT TIMAH TBK agar aktivitas TI Tungau diperbolehkan beroperasi di pesisir perairan Toboali, telah diteruskannya ke PT TIMAH TBK.

“Ini saya masih memperjuangkannya itu ke PT TIMAH TBK karena terkait dengan perkembangan perekonomian masyarakat ditengah kondisi pandemi Covid-19. Semoga ada kebijakan yang pro rakyat dari PT TIMAH TBK. Jadi kita tunggu saja perkembangannya dan saya meyakini kalau semuanya itu berjalan lancar tanpa ada kepentingan dari pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan atas beroperasinya TI Tungau. Jangan diplotisir karena politik 2024 masih jauh dan jangan cari kambing hitam dengan menyalahkan orang demi kepentingan dan jangan jadi pahlawan,” Tegasnya.

Sementara, Ketua Persatuan Penambang Tungau Bangka Selatan (PPTBS) Junaidi Hasta, menyatakan sikap, jangan benturkan kebutuhan rakyat dengan kepentingan Aparat.

“Saat perut rakyat terhalang regulasi, maka berikan kebijakan. Izinkanlah para penambang tungau untuk mengais rezeki halal di perairan laut Toboali. Bila permohonan yang kami sampaikan tidak berbuah kebijakan yang pro rakyat, maka kami bersama ribuan keluarga penambang tungau memaksakan diri untuk menyampaikan aspirasi melalui asap ban yang terbakar,” Pungkasnya, Jum’at (17/9) sore kemarin, di pesisir Kampung Nelayan Toboali.

Pos terkait