Dua Oknum CPNS Palsukan Surat Rapid Antigen Diancam Hukuman 6 Tahun Penjara

  • Whatsapp

BERITA BANGKA.COM, MUNTOK–

Kasus pemalsu surat rapid antigen, masih terus bergulir, berkas RJ (36) dan HP (33) Oknum CPNS Bangka Barat telah memasuki P21 atau data sudah lengkap, di Kejari Babar. Sabtu (09/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Mario Nicholas, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum.

”Sekarang sudah masuk P21 tinggal menunggu dari penyidik dalam hal ini, dari juru periksa yang memeriksa dua tersangka tersebut kapan dilimpahkan ke kita. Artinya dalam hal ini sudah tahap dua, kita siap menerima kapan saja dilimpahkan,” jelas Mario, didampingi Kasi Pidum, Jan Maswan Sinurat, kepada Berita Bangka.com (9/10) siang.

Mario menjelaskan, pihak telah menandatangani berkas perkara tersebut sejak Kamis ( 7/10 ) kemarin. Menurut dia, tenggang waktu pelimpahan tahap kedua memang tidak diatur, namun tetap ada batas waktu kewajaran.

”Paling lama setelah ini, sekitar dua bulan, tiga bulan, kalau sudah lewat dari tiga bulan nanti kita susul dengan P21 A ,” tegas Mario.

Untuk ancaman bagi kedua terduga pelaku, akan dikenakan Pasal 263 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara, dan tidak ada denda.

“Setelah dilimpahkan dari penyidik ke Kejaksaan, dan akan sesegera mungkin kita limpahkan, dan nanti akan dikabarin lagi ,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui satu orang oknum CPNS di Kabupaten Bangka Barat berinisial HP (33) berhasil diamankan Tim Verifikasi Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, lantaran diduga membawa surat antigen palsu, Rabu (7/7/2021).

Petugas sempat mencurigai surat antigen palsu lantaran isi kop surat yang dikeluarkan dari RSUD Sejiran Setason tersebut tidak memiliki warna sehingga langsung dikonfirmasi kepada dokter yang menandatangani surat tersebut yakni Dokter Mariya Ulfah.

Polres Bangka Barat membenarkan dua orang tersangka diduga oknum CPNS yang melakukan pemalsuan hasil rapid antigen mencatut nama RSUD Sejiran Setason.

Kedua tersangka tersebut yaitu, HP (33) asal Banyuasin dan RJ (36) asal OKU, Sumatera Selatan yang mana diduga telah membuat dan menggunakan surat hasil rapid test antigen palsu untuk bepergian dari Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, menuju Palembang Sumatra Selatan.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Robby Setiadi Purba, mengatakan, untuk memalsukan surat antigen palsu, kedua tersangka bermain peran.

“Nah satunya inisial HP yang berperan membuat surat yaitu mengetik dan menggunakan surat, untuk tersangka RJ berperan sebagai menandatangani surat rapid palsu selanjutnya di stempel menggunakan stempel RSUD yang telah di buat sendiri,” ungkap Kasat Reskrim, dalam Konferensi Pers di Mako Polres Bangka Barat, Senin (12/7/2021).

Pos terkait