Kasi Intel Kejari Ingatkan Kontraktor, Dody: Kita Dampingi OPD Bukan Kontraktor

  • Whatsapp

BERITA BANGKA.COM, TOBOALI–

Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri  Bangka Selatan, mengingatkan dan menekankan kontraktor yang melaksanakan kegiatan proyek rehabilitasi empat unit dermaga atau pelabuhan penyeberangan rakyat, agar melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Pasalnya, hingga saat ini progres atas kegiatan tersebut terlihat belum begitu maksimal dan terkesan lamban, diketahui apabila dalam pengerjaan tidak tepat waktu, mutu, dan guna akan ada sangsi yang harus dipertanggung jawabkan.

Bacaan Lainnya

“Beberapa waktu lalu pihak perusahaan bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan juga Inspektorat sudah kita panggil untuk mengetahui apa penyebab dari keterlambatan progres atas kegiatan yang dilaksanakan itu ,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Basel, Dody Prihatman Purba kepada wartawan.

Kegiatan proyek rehabilitasi empat unit dermaga rakyat itu berlokasi di Kecamatan Lepar Pongok, Tukak Sadai dan Pongok. Meliputi dermaga rakyat Pongok, dermaga rakyat Penutuk, dermaga plengsengan Tanjung Gading Lepar Pongok dan dermaga ponton apung pelabuhan Sadai. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga sekaligus pelebaran jalan lingkungan dan areal parkir pelabuhan Sadai. Total anggaran secara keseluruhan dari lima kegiatan proyek tersebut Rp 32 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Transportasi Laut tahun 2021.

Dody menilai bahwa progres atas kegiatan tersebut masih jauh dari progres yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena itu, tim PPS memanggil pihak perusahaan dan dinas terkait untuk mengklarifikasikannya atas progres yang belum maksimal tersebut.

“Perkembangannya masih jauh dari jadwal yang ditetapkan dan tidak sesuai dengan progres. Kalau kegiatan itu tidak sesuai dengan jadwal. Maka akan kita hentikan pengamanan pembangunan strategis ini, karena yang kita dampingi pihak OPD bukan kontraktor. Apabila ada indikasi kecurangan dan tindak pidana korupsi tentu akan kita proses dan tindaklanjuti sesuai aturan hukum,” tandas Dody.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan proyek rehabilitasi empat unit dermaga, Budi Heriyansah mengklaim progres atas kegiatan tersebut sudah mencapai 30 persen lebih.

“Progres dermaga rakyat Penutuk dan plengsengan sudah mencapai 30,46 persen dan 35,2 persen, sedangkan dermaga ponton apung sudah mencapai 47,31 persen,” ujar Budi Heriyansyah.

Budi memastikan, bahwa untuk pengerjaan fasilitas darat seperti pelebaran jalan lingkungan dan areal parkir pelabuhan Sadai tidak lama lagi sudah selesai dikerjakan, mengingat saat ini masih tinggal proses pengecoran dan pemasangan pagar.

“Semua sudah berjalan dengan baik, untuk keterangan kegiatan sudah kita atasi semua, semoga proses kegiatan ini berjalan dengan baik, tepat waktu dan mutu,” pungkas Budi.

Diketahui kegiatan proyek tersebut dikerjakan oleh lima perusahaan yang berbeda di antaranya dermaga plengsengan Tanjung Gading dikerjakan oleh PT Cahaya Sriwijaya Abadi, dengan nilai kontrak Rp 11.173.655.000. Dermaga rakyat Penutuk dikerjakan oleh PT Berkat Serasan Mandiri, dengan nilai kontrak Rp 11.220.125.000. Dermaga rakyat Pongok dikerjakan oleh CV Tegar Bermana Const, dengan nilai kontrak Rp 2.799.990.000. Dermaga ponton apung pelabuhan Sadai dikerjakan oleh PT Menara Gading Sakti, dengan nilai kontrak Rp 3.941.189.000. Proyek jalan lingkungan dan areal parkir (fasilitas darat_red) pelabuhan Sadai dikerjakan oleh CV Cahaya Utama, dengan nilai kontrak Rp 1.217.663.000.

Pos terkait