M.Rafli Mengaku Sebelum Membunuh, Sempat Mengkonsumsi Sabu

  • Whatsapp

Penulis: Try Sutrisno

BERITA BANGKA.COM, TOBOALI–

Bacaan Lainnya

M.Rafli (21) pria asal Aceh ini nekad menghabisi nyawa istrinya Ella Andini (25), yang merupakan warga asal Seberang Sumatera, nyawa Ella Andini dihabisi dikediamannya jalan Teladan, Kecamatan Toboali, pada tanggal 20 Oktober 2021 lalu. 

M.rafli beberkan motif dia melakukan aksi nekadnya didasari oleh rasa cemburu yang besar kepada istrinya, dan hal itu ia curahkan pada Konfrensi Pers Jumat (22/10/2021) pagi, diruang Garuda Polres Bangka Selatan.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Joko Isnawan yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Chandra dan Kabag Ops AKP Albert Daniel mengatakan tersangka sempat mengkonsumsi narkoba.

“Diduga kuat sebelum melakukan pembunuhan M.rafli sempat konsumsi narkoba jenis sabu dan itupun di akui olehnya selanjutnya, dibuktikan dengan tes urine, M.rafli dinyatakan positif ,” kata AKBP Joko Isnawan kepada wartawan Jumat (22/10/2021).

Selanjutnya setelah melakukan aksi sadisnya, M.rafli sempat berpamitan kepada kedua adik Ella dengan alibi mengantarkan paket.

“Dia (tersangka M.rafli, red) sempat berpamitan kepada adik-adik korban, dengan alasan antarkan paket. Dari beberapa jam kemudian mediang Ella tak kunjung keluar dari kamar, adik mediang temukan jasad kakaknya dalam keadaan tewas mengenaskan,” jelasnya.

Menurut keterangan dari M.rafli, cekcok sering terjadi dan dirinya sering diusir oleh istrinya dan mertua nya, sehingga pikiran bengis pun terlintas.

M.rafli pun akui sebelum membunuh sempat melakukan hubungan badan dengan mediang Ella Andini yang merupakan istrinya.

Setelah puas dengan aksinya M.rafli membawa motor, perhiasan, dan Handphone milik istrinya yang dibantu rekannya atas nama Apuy, dalam aksi pelarian M.rafli akui sempat berjudi di wilayah Pangkal Pinang.

Namun naas aksi melarikan diri yang sudah direncanakan, digagalkan oleh Tim Phanter Polres Bangka Selatan, berbekal informasi, kedua tersangka dibekuk di perkebunan sawit wilayah Bangka Induk, Sungailiat.

Dibekali timah panas oleh personil Tim Phanter, tersangka meringis kesakitan dan menyesali perbuatannya, untuk pengembangan kasus selanjutnya pihak kepolisian akan menyelesaikan kasus ini, agar publik tahu terang benderang titik persoalan sebenarnya,” pungkasnya.

Pos terkait