DBD Mewabah Di Bangka Barat, Waspada

banner 468x60

BERITA BANGKA.COM, MUNTOK–

Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di Kabupaten Bangka Barat (Babar). Akibatnya seorang Balita meninggal dunia, kedua orang tua nya merupakan warga kampung Sawah, kecamatan Muntok. Sebelumnya si Balita sempat mendapatkan perawatan medis, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason. Pada hari, Jum’at, (12/11/2021), namun nyawa si Balita tidak tertolong lagi.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Menurut keterangan, Muhammad Putra Kusuma, SKM, M.Epid selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kabupaten Bangka Barat, menuturkan, untuk Kasus DBD ditahun 2021 terhitung dari bulan Januari sampai Oktober telah tercatat di Dinas Kesehatan terdapat 55 kasus, sementara untuk dibulan November, belum rampung pendataan, dan akan dilaporkan di bulan Desember nanti.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bangka Barat, M Putra Kusuma
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes, Kabupaten Bangka Barat, M Putra Kusuma.

 

“Terhitung bulan November, sudah berjalan sekitar 18 kasus termasuk Balita yang meninggal dunia, kemaren,” Kata M.Putra Kusuma, kepada BeritaBangka.com, (12/11) diruang kerjanya.

Selanjutnya, upaya pencegahan, seperti selalu mematuhi 3M, dan yang paling penting adalah masyarakat bersama-sama memulai kebersihan kediaman masing-masing.

“Ini harus dilakukan di setiap rumah, dan tidak bisa dilakukan hanya satu rumah saja seperti, tetangga, lingkungan, satu RT dan satu kelurahan untuk bersama-sama memastikan bahwa tidak ada satupun jentik-jentik nyamuk yang berkembang biak,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk kasus DBD di Bangka Barat dengan adanya balita meninggal dunia, hal tersebut belum bisa dikatakan darurat siaga namun harus tetap waspada, dan dari Dinkes sendiri sudah melakukan sosialisasi, serta, upaya penyemprotan membunuh nyamuk (Fogging) kerumah warga.

“Kegiatan fogging sendiri dilakukan setelah ada kasus, bukan sebelum ada kasus, itu juga akan dilakukan fogging jika flow meternya sudah mencukupi ,” kata M.Putra.

Sementara, M.Putra menjelaskan data kasus DBD tinggi di Kabupaten Bangka Barat ada dibeberapa Desa dan kecamatan.

“Desa Air Putih, Desa Air Belo, Desa Air Limau, itu semua merata dan yang paling tinggi di daerah Tanjung kranggan dan paling besar di wilayah kerja Puskesmas sendiri, yaitu di Kecamatan Muntok,” jelasnya.

M.Putra menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bangka Barat, untuk selalu menjaga lingkungan agar tidak ada tempat berkembang biak nyamuk DBD. Karena bahayanya hingga merenggut nyawa apabila tidak tertolong.

“Mari masyarakat waspada dan memastikan tidak ada jentik-jentik di halaman rumah dan jika ada keluarga yang demam tanpa diketahui penyebabnya segera bawa ke puskesmas, jangan sampai terlambat. Kalau terlambat ditakutkan nantinya sudah pecah pembuluh darah dan membutuhkan darah banyak, sedangkan darah tidak tersedia dengan cepat akan melibatkan kematian. Sedangkan untuk nyamuk DBD sendiri berkembang biak atau tinggal ditempat-tempat yang bersih seperti, bak mandi,drum bekas, tempat pencucian motor dan tempat tampungan air lainnya, dan untuk kemunculnya nyamuk sekitar pukul pagi hari dan petang ,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60