BERITA BANGKA.COM, MUNTOK– Guna peningkatan jaringan internet layak di Pedesaan, Pemkab Babar me-Launching Program Digitalisasi Desa Wilayah Bangka Barat, yang bekerjasama dengan Icon Plus.

Launching di selenggarakan Gedung, Graha Aparatur, Pemkab Bangka Barat, pada Selasa, (30/11/2021).

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bangka Barat, Suradi mengatakan, diketahui sejauh ini hanya ada 10 desa di Kabupaten Bangka Barat, yang bisa menikmati jaringan internet. Sementara 38 desa belum tersentuh jaringan internet.

“Sejauh ini masih ada sebanyak 38 desa yang belum terjangkau jaringan, kendalanya ? ada yang blankspot seperti Desa Pangkal Beras ada yang memang belum berkesempatan untuk memasang. Untuk yang sudah terpasang Icon Plus ini sudah ada 7 Desa, dan adaΒ  3 Desa yang memakai pemancar lain, ” ujar Suradi, (30/11).

Dalam pertemuan itu,Β  Suradi optimis menargetkan di tahun 2022 mendatang, untukΒ  permasalahan jaringan internet di 38 Desa tersebut dapat terselesaikan.

“Di tahun 2022 mendatang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), harapannya kita dorong penganggaran terhadap pemenuhan kebutuhan jaringan internet,” ungkapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapatΒ  membantu upaya peningkatan pelayanan, sejumlah desa di Bangka Barat.

Senada, Bupati Bangka Barat H Sukirman mengatakan kegiatan ini adalah salah satu sarana untuk memaksimalkan pelayanan Terintegrasi dari pusat Kabupaten sampai ke Desa diwilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat.

” Ini kan salah satu sarana kita, untuk memaksimalkan pelayanan, terintegrasi dari pusat sampai ke kabupaten hingga ke desa. Permasalahan ini kan blankspot, dengan adanya kerjasama dengan Icon Plus masalah jaringan selesai, mudah-mudahan,” kata, Bupati Bangka Barat, Sukirman.

Sukirman, berharap Bangka Barat, menuju Desa digital yang akan terlaksana ditahun 2022 mendatang.

” Untuk desa – desa (Pemdes,red) agar mendata, supaya bisa terlihat desa mana saja yang sudah terpasang Icon Plus, dan desa mana saja yang belum terpasang, serta desa mana yang jaringan internetnya masih lemah,” pungkas Sukirman.