Β MUNTOK — Awal tahun 2022 harga sembako di Pasar Tradisional Muntok Bangka Barat masih seperti tahun lalu. Namun berbeda dengan harga ikan yang mengalami kenaikan sangat melejit, Senin, (3/1/2022).

Salah satu pedagang cabe ditemui di lokasi, Bintang (38), mengungkapkan harga cabai rawit dan sembako lainya tidak ada peningkatan di awal tahun 2022, namun masih seperti tahun lalu.

“Cabai besar kalau dari kampung 45 ribu per kilogram, kalau dari luar seperti dari Palembang 40 ribu per kilogram. Sedangkan untuk capai rawit sendiri terbagi menjadi tiga bagian kalau yang lokal 150 ribu kalau dari luar 120ribu dan ada 100 ribuan itu kiriman dari Palembang.” Kata Bintang.

“Untuk bawang putih 26 ribu per kilogram dan bawang merah 26 ribu per kilogram sama harganya,” jelasnya.

Andra, yang juga merupakan salah satu pedagang sembako di Pasar Muntok, mengatakan untuk kenaikan tidak ada namun untuk beberapa hari ke depan ada penurunan.

“Seperti telur ini mau turun yang tadinya per butir Rp. 1.800 ribu, diperkirakan beberapa hari lagi akan turun namun belom bisa memastikan turunnya berapa soalnya tergantung nanti dari agennya,” ujarnya.

Andre mengatakan untuk sembako lainnya seperti bawang merah, bawang putih masih stabil. Sedangkan untuk minyak goreng, katanya, sejauh ini belum ada penurunan masih 18 ribu per liter.

Berbeda dengan pedagang yang satu ini, Odon Ketak (27), pedagang ikan dipasar Muntok mengungkapkan, harga ikan diperkirakan untuk beberapa bulan ke depan akan tinggi dikarenakan faktor cuaca yang buruk.

“Untuk ikan tenggiri kita ngambil dari nelayan Rp 60ribu terus kita jual sekitar Rp 70ribu per kilogram, kalau main potong kita jual Rp 85ribu sampai Rp 90ribu per kilogram ini ikan tenggiri besar. Kalau yang kecil kita ngambiri Rp 55ribu kita jual Rp 65ribu.” Ungkapnya.

“Untuk ikan tongkol pasarannya Rp 33ribu, untuk dijual lagi Rp 40 ribu per kilogram, dan untuk jenis Kembung ini mahal kita jual Rp 60ribu ada Rp 50ribu per kilogram, soalnya kita ngambil Rp 56ribu.” cetusnya.

Odon membeberkan untuk kenaikan sendiri dikarenakan cuaca buruk dan barang berkurang. Sehubungan membuat para nelayan tidak banyak hasilnya.

“Nelayan tidak ngasil bang, cuaca buruk sedangkan kebutuhan seluruh Bangka sendiri seperti Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka selatan dan lain-lain inikan tidak bisa mencukupi pemasukan barangnya dikarenakan faktor cuaca butuk tadi.” terangnya.