TOBOALI — Perbaikan jalan penghubung Dusun Gusung, Desa Rias, dalam perbaikan Dinas PU Pemkab Bangka Selatan, yang diketahui sebelumnya sempat hancur karena saluran air yang dibuat oleh perusahaan tambak udang CV. Gelam Abadi.

Menurut Dedes selaku pengawas tambak CV. Gelam Abadi mengatakan, awal mula Plat Duiker tersebut hancur bukan disebabkan kesengajaan dari pihaknya.

” Faktor alam, air hujan meluap, air yang mengalir diluar kapasitas jembatan sehingga mengikis tanah pondasi dari Plat Duiker, hingga hancur,” kata Dedes.

Selanjutnya Dedes menambahkan hal tersebut bukan karena kesengajaan dari pihak perusahaan. Dan menurutnya penambahan drainase tambahan merupakan permintaan warga sekitar.

“Kita usaha ditempat warga, yah kita bantu lah warga minta bantu untuk membuat saluran air baru, namun hasilnya volume air besar menghancurkan Plat Duiker, dan itu tanpa kesengajaan, mungkin lagi sial aja dikita,” ujar Dedes kepada Beritabangka.com (03/01/2022).

Selanjutnya dia menuturkan Perusahaan akan bertanggung jawab atas kehancuran jalan yang terjadi dengan perbaikan Plat Duiker baru.

“Kita (pihak CV gelam Abadi, red) tetap bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang terjadi, hal tersebut upaya perusahaan untuk Membantu Pemkab Basel,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan media ini Plat Duiker (Pembatas jembatan dengan pinggir got, red) Jalan Dusun Gusung Rias Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan hancur, pada Ahad, (02/01/2022) pagi.

Pasalnya, Plat Duiker pada jalan penghubung antara beberapa dusun yang ada di Desa Rias itu hancur karena air yang mengalir overload, yang disebabkan oleh pengerukan untuk saluran air sirkulasi ke Tambak Udang.

“Kemungkinan longsor itu, karena tekanan air yang tinggi akibat pengerukan saluran yang dilakukan oleh perusahaan tambak udang CV.Gelam Abadi Mungkin karena sudah dikeruk jadi satu arah saluran, ditambah curah hujan tinggi sehingga tekanan air menyebabkan longsor jembatan tersebut,” kata Kades Rias Gani kepada wartawan, (2/01).

Terpisah, Camat Toboali Sumindar pada Minggu (2/1) sore saat dikonfirmasi membenarkan adanya bangunan Plat Duiker yang ada di Dusun Sungai Gusung hancur.

“Iya benar, saya sudah koordinasi dengan Kepala PU dari informasi Pak Ansyori. Perusahaan tambak udang besok akan perbaiki jalan itu. Dan rencana besok saya dengan tim kecamatan juga akan cek ke sana,” kata Sumindar.

Sumindar berujar “Pada Senin (3/1) besok, kedatangan Tim Kecamatan Toboali meninjau langsung ke lokasi untuk melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi dan adakah pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan bangunan Plat Duiker tersebut,” tukasnya.

“Saya mengimbau agar masyarakat yang akan melewati jalan tersebut untuk berhati-hati dan mengalihkan jalan sementara jika dari arah Dusun Sungai Gusung, belok kiri lewat depan rumah Pak Kadus Hasan dan jika dari Bukit Anda, belok kanan sebelum jalan putus,” imbuhnya.

Ia menambahkan, persoalan ini sudah dirinya sampaikan kepada pengurus tambak udang agar pada malam hari ini siaga di area jalan sementara, atau memasang rambu-rambu jalan agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban.

“Masyarakat tetap diminta sabar, dan yakinlah bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan segera menangani hal ini. Himbauan ini ditonjolkan ya tentunya. Karena besok harus sudah action, ini permintaan Pak Bupati,” sambungnya.

“Pak Bupati Bangka Selatan, H Riza Herdavid, juga sudah menyampaikan ke kita untuk segera berkoordinasi menangani permasalahan ini. Dan perintah beliau sudah kita koordinasikan ke seluruh stakeholder,” tutup Sumindar.

Sementara, Kepala PUPR Basel, Achmad Ansyori mengatakan kejadian tersebut menegaskan Dinas PU menjadwalkan besok Senin akan memanggil pihak perusahaan tambak udang. “Besok mereka kita panggil dan mereka juga siap memperbaikinya,” kata Ansyori.

Hingga Berita ini diterbitkan pihak CV.Gelam Abadi masih diupayakan untuk dikonfirmasi ulang oleh Beritabangka.com.