KOBA — Terus meluasnya permasalahan jual beli lahan di desa Guntung, Kecamatan Koba, Bangka tengah oleh CV.MAL membuat kisruh antara warga yang menjual lahan dan pihak pembeli lahan dari CV. MAL.

Kisruh tersebut terjadi saat adanya pertemuan antara warga dengan kepala desa guntung di kantor kepala desa pada 31 desember 2021 yang lalu, dimana pada saat pertemuan tersebut warga merasa tertipu oleh oknum dari CV. MAL terkait jual beli lahan.

Oleh karena itu PD, MK dan SK merasa keberatan dengan hasil dari pertemuan tersebut, dimana menurut mereka saat adanya pertemuan di kantor kepala desa mereka sebagai pihak pembeli tidak diundang oleh kepala desa.

“Kami merasa keberatan dengan adanya pertemuan tersebut, karena saat pertemuan antara warga dan kepala desa dirinya dan kedua temannya sebagai orang yang di tunjuk langsung oleh CV.MAL tidak di undang, sehingga kami tidak tau permasalahan tersebut,” ujar SK.

Tidak hanya itu, SK juga mengungkapkan sebelum adanya pertemuan antara warga dan kepala desa guntung beberapa hari yang lalu, pihaknya bersama pihak atau warga yang ingin menjual lahan kepada CV.MAL telah bertemu di kantor CV.MAL dan tidak ada permasalah saat itu dan proses jual beli sesuai prosedur perusahaan.

“Sebelum warga di undang oleh kepala desa guntung di kantor kepala desa, waega yang ingin menjual lahannya sudah pernah bertemu langsung dengan pihak kami dan warga pun tidak mempermasalahkan jual beli tersebut dan warga setuju dengan harga beli dari kami,” ujarnya.

Selain itu PD, MK dan SK juga pastikan bahwa mereka bukan lah makelar tanah seperti yang di tuduhkan warga padanya, dimana mereka pastikan mereka resmi di tunjuk langsung oleh perusahaan untuk mengurus pembebasan lahan tersebut, sehingga mereka merasa keberatan dengan tuduhan makelar tanah.

“Kami bertiga bukanlah makelar tanah seperti yang di tuduhkan kepada kami, kami di tunjuk langsung oleh bos CV. MAL untuk mengurus proses jual beli lahan tersebut dan kami resmi dari perusahaan,” ujar SK.

Sementara itu HM mengunkapkan, senin 03 januari 2022 yang lalu dirinya di panggil ke kantor kepala desa perihal permasalah ini, saat itu dirinya bertanya kepada warga berinisial SM dan DK terkait permasalahan jual beli lahan tersebut, namun mereka berdua mengungkapkan saat itu mereka diundang kepala desa dan tidak berniat untuk menggugat pihak pembeli.

“Kemarin saya diundang untuk datang ke kantor desa, saat itu ada warga berinisial SM dan DK juga turut hadir, saya menanyakan kepada mereka berdua permasalahan sebenarnya, tapi mereka menjawab tidak ada masalah jual beli dan tidak ada niat menuntut saya,” ujar HM.

Untuk itu, tidak ingin permasalahan jual beli lahan ini semakin meluas dan adanya kesalahpahaman, pihaknya selaku pihak pembeli berharap kembali diadakan pertemuan kembali oleh kepala Desa Guntung yang dihadiri seluruh pihak terkait dalam proses jual beli lahan tersebut agar permasalahan dapat segera terselesaikan. (doni)