TOBOALI – Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili diperingati umat Khong hu Chu dan masyarakat Tionghoa dengan suka cita dan meriah, di Kota Toboali, Bangka Selatan. Berbagai Persembayangan dilakukan untuk menghormati leluhur, adapun persembahyangan dilakukan yakni persembahyangan Er Shi Sheng An (Hari Persaudaraan), Persembahyangan Chu Xi (Akhir Tahun), Persembahyangan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili, Persembahyangan Jing Tian Gong (kepada Tian/Tuhan), maupun Persembahyangan Shang Yuan/Yuanxiao/Cap Go Meh.

Menurut ketua Majelis Agama Khong hu chu Toboali, Liu Se fong, Imlek merupakan bentuk prosesi keagamaan, tradisi, dan wujud syukur kepada sang pencipta dan leluhur.

“kalau berbicara arti Imlek, ya Imlek pengertiannya kalau sebagian masih menganggap itu agama, sebagian mengatakan itu budaya tapi bagi kami orang-orang Khonghucu yang itu adalah rangkaian hari keagamaan rangkaian hari raya Imlek itu biasanya itu dimulai 1 minggu sebelum hari ini, itu merupakan bentuk syukur kita kepada leluhur,” kata Liu Se Fong.

Selanjutnya, Dia menjelaskan dengan berbagi dapat menanamkan rasa persaudaraan antar sesama umat agar bisa merasakan kebahagian bersama sama.

“kita namakan dengan Er Shi Seng An itu artinya itu hari persaudaraan jadi, pada hari itu bagi yang punya kelebihan secara materi itu wajib menyisihkan sebagian rezeki nya untuk diberikan kepada saudara-saudara warga yang kurang mampu, biasanya bisa dengan sembako dengan uang, kenapa supaya bagi keluarga yang kurang mampu itu, mereka juga bisa merasakan, ikut merasakan kebahagiaan menyambut hari tersebut dan rangkaian berikutnya,” ujarnya.

Dia berharap kedepannya untuk seluruh elemen keagamaan dapat besinergi bersama menjaga kedaulatan negeri, terutama negeri Junjung Besaoh dari paham-paham yang menyesatkan yang sifatnya memecah belah ditengah masyarakat.