TOBOALI –Β Puluhan nelayan Tanjung Ketapang usir penambang pengguna ponton isap produksi (PIP) yang akan menambang pasir timah diwilayah Perairan Karang Beling, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Hal itu merupakan salah satu bentuk protes keras nelayan terhadap penambang pasir timah. Sabtu (2/4/2022).

Puluhan nelayan pun turun ke pinggir Pantai Tanjung Ketapang dengan teriakan guna mengusir pembawa PIP yang menggunakan Speedboat jenis lidah.

Menurut salah satu nelayan Tanjung Ketapang, Edi mengatakan, lintas kapal (jalur masuk dan keluar kapal nelayan untuk bersandar, red) nelayan terganggu apabila PIP menjarah perairan Ketapang tentunya berpotensi merusak kapal yang melintas yang berdampak terhadap nelayan alami kerugian puluhan juta rupiah.

“Kalau mereka (Penambang, red) memaksa masuk ke wilayah perairan ini jangan salahkan kami (Nelayan, red) melakukan pengusiran terhadap mereka karena berpotensi menutup jalur lintas kapal masuk dan keluar, menambang saja di perairan Sukadamai jangan kesini, cukup laut Sukadamai yang sudah hancur,” ujarnya kepada Berita Bangka.com, (2/4) sore.

Selain itu, Edi juga tidak melarang para penambang pasir timah untuk menambang diperairan Sukadamai, namun pengecualian untuk menambang diperairan Tanjung Ketapang dan sekitarnya.

“Kita tidak melarang, tapi jangan sampai mengganggu jalur lintas kapal nelayan ikan untuk melaut. Saling menghargailah sesama pencari nafkah,” harap Edi.

Hal serupa pun diungkap oleh salah satu nelayan sungkur yang menggeluti profesi tersebut selama 20 tahun terakhir.

“Kalau kita berbicara merusak sudahlah memang sudah rusak namun jangan sampai semua nya dirusak, kami (nelayan, red) tidak tau lagi harus mengadu kemana?, Kita melakukan perlawanan dijerat hukum, kami bingung sabagai masyarakat kecil ini ,” sesal nya.

Senada, Lurah Tanjung Ketapang Fandi menghimbau agar masyarakat nelayan pesisir dan penambang jangan sampai terjadi gesekan, mengingat kondusifitas wilayah Tanjung Ketapang merupakan tanggung jawab dirinya.

“Saya sebagai lurah Tanjung Ketapang berharap wilayah Tanjung Ketapang kondusif, jangan sampai masyarakat bentrok lantaran tanggung jawab saya sebagai lurah disini,” imbuh Fandi.