BANGKA BARAT – Kabel bawah laut dari Sumatera – Bangka yang merupakan sirkuit pertama sudah runing dan telah mengalir listrik maksimal, Rabu, (06/04/2022). Diketahui, Kabel bawah laut sudah terpasang sepanjang 36 Kilometer sirkuit yang telah terbentang dari Landing Point Tanjung Carat, Sumatera menuju Landing Point Muntok, dan Gardu Induk Muntok, Bangka Barat.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, dirinya telah bersama – sama meninjau kondisi terakhir sirkuit pertama yang sudah ter-runing dan telah terkoneksi.

“Kita telah bersama – sama meninjau kondisi terakhir landing point cable Sumatera – Bangka, sebagaimana kita ketahui bahwa untuk sirkuit pertama itu sekarang sudah runing sudah terkoneksi. Jadi sekarang pak GM sudah melaporkan sudah menambah ke angka 30 MW, terus dia nambah sampai puncaknya sampai 90. Ini untuk sirkuit (Kabel, red) pertama,” Ujar Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Rabu (6/4).

Selain itu, Erzaldi Rosman mengungkapkan untuk total keseluruhan terdapat sebanyak dua sirkuit serta kebutuhan listrik yang ada di Bangka Belitung merupakan yang tertinggi di Indonesia.

“Total semua nanti dua sirkuit atau dua kabel ini adalah 200 Megawatt, kebutuhan listrik dan pemanfaatan listrik serta pertumbuhan listrik di bangka belitung ini sebagaimana kita ketahui adalah kebutuhan yang tertinggi di Indonesia. Terbukti tahun lalu 13,7 persen, sekarang karena daya agak berkurang kalau gak salah 11 sekian persen,” katanya.

Gubernur Erzaldi Rosman berharap kedepannya dapat menambah investasi perindustrian dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Karena banyak teman-teman (Investor, red) yang ingin berinvestasi di Babel memang menunggu ketersediaan listrik. Terutama investasi di sektor perikanan, ada beberapa perkembangan pertumbuhan pembangunan tambak udang juga dan ada beberapa Smelter (Penampungan hasil pasir timah, red) yang akan kita bangun,” harapnya

Selanjutnya, Erzaldi Rosman menyampaikan untuk tarif sampai sekarang tidak ada berpengaruh terhadap masyarakat serta untuk pemadaman kemungkinan tidak akan terjadi karena ini kabel bawah laut.

“Keberadaan listrik sangat diharapkan para investasi industri kita, apalagi masyarakat itu sudah pasti. Sampai sekarang tidak ada pengaruh terhadap peningkatan tarif. Yang pasti ketersediaan listrik kita sangat baik dan kalau ketersediaan listrik kita baik, pemadaman karena pembangkit itu kemungkinan kecil. Kecuali kalau pemadam karena kabel tersentuh pohon misalnya,” tukasnya.

“Ini sudah satu sirkuit, artinya satu kabel kedua sudah dalam perjalanan, diperkirakan akhir tahun full. Sekrang sudah gak masalah, intinya siapa mau listrik ada dan tidak ada pemadaman,” imbuhnya.

Disela peninjauan Bupati Bangka Barat, Sukirman menyampaikan, dengan adanya persiapan listrik yang sangat mencukupi Kabupaten Bangka Barat menanti investor lokal maupun asing untuk berinvestasi.

“Sekarang kawan – kawan yang selama ini menanti untuk berinvestasi silahkan mulai mengajukan apa rencana kerjanya karna untuk persiapan listrik nya sangat – sangat cukup. Bangka Barat memberikan ruang perizinannya persediaan listriknya, In sya allah kita tidak kekurangan masukan listrik dari Sumatera Bangka,” ajak Bupati Sukirman.

Senada, General Manager (GM) PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel), Amris Adnan mengungkapkan, untuk daya usaha investasi akan di berikan penambahan sebesar 200 MW.

“Pemasangan baru kita sudah siap, tambahan 200MW jadi kalau untuk tambak udang sesuai permintaan gubernur bisa dipenuhi. Kami akan mempertimbangkan, kalai kebutuhan disini sampai 400 MW tentu kita akan operasikan,” jelas GM Amris.