TOBOALI – Selama dua pekan terakhir melaksanakan operasi Pekat Menumbing tahun 2022, Polres Bangka Selatan berhasil mengungkapkan 8 kasus, dengan kasus dominan penganiayaan, serta ada tiga Laporan Polisi (LP), Jum’at (8/4/2022).

“Operasi Pekat Menumbing 2022 Polres mengamankan 13 pelaku dari delapan kasus, yakni 4 kasus Target Operasi (TO) dan 4 kasus non TO. Satu orang dilakukan Restorative Justice inisal RN (21) atas kasus penganiayaan dan tiga orang wajib lapor kasus miras dan prostitusi sedangkan 9 orang dilakukan penahanan,” ujar Wakapolres Ricky yang didampingi Kabag Ops Albert Daniel Tampubolon dan KBO Reskrim M. Syah pada Konfrensi Pers diruang rajawali Polres Bangka Selatan, (8/4).

Menurut Wakapolres Ricky, untuk kasus TO yakni penganiayaan dengan tersangka Andre (25), kasus curat tersangka Iwan (42) residivis, miras satu orang JN alias Lita (35) dan kasus prostitusi dua orang wanita, Ran (40) dan Sut (38).

“Sedangkan untuk kasus non TO, dua kasus penganiayaan yakni RN (21) dan YG (18), untuk pencurian dengan dua kasus di Simpang Rimba dengan lima tersangka dan satu orang perempuan dengan kasus penadahan barang curian,” katanya.

Sementara, Kabag Ops Albert Daniel Tampubolon menambahkan, kasus penganiayaan RN, dilakukan Restorative Justice. Untuk kasus TO miras JN alias Lita dilakukan wajib lapor karena barang bukti miras yang diamankan tergolong sedikit.

“Sedangkan kasus prostitusi yang melibatkan dua orang perempuan dilakukan wajib lapor karena saat dilakukan penggerebekan kedua pelaku belum melakukan perbuatan tapi saat ini masih sebagai saksi untuk dilakukan pengembangan,” jelas Kabag Ops Albert.

“Dari sembilan yang diamankan, dua diantaranya residivis yakni Iwan (42) kasus curat dan AN (25) atas kasus pengeroyokan,” pungkas Albert.