Kasus DBD Melandai, M. Putra: Fogging Bukan Solusi

banner 468x60

MUNTOK – Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami penurunan di wilayah Kabupaten Bangka Barat untuk bulan Mei 2022 yang terdata hanya satu kasus. Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, melalui Kepala Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit, M Putra Kusuma menghimbau setiap keluarga harus memastikan tidak ada jentik nyamuk bersarang dirumah mereka.

Diketahui, tambah M Putra untuk kasus demam berdarah dengue dari awal Januari – April 2022 telah mencapai 214 kasus. Akan tetapi dibulan Mei 2022 mengalami penurunan berbandingkan pada April dengan jumlah 45 kasus DBD.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

“Kondisi DBD saat ini dibulan Mei satu kasus. Memang khusus di bulan Mei ada penurunan sampai dengan hari ini termonitor sudah sangat melandai,” Kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Putra Kusuma pada, Senin (9/5/2022).

Lebih lanjut, menurut M. Putra Kusuma fogging atau penyemprotan hanya berdampak mematikan nyamuk dewasa saja, kebersihan lingkungan sekitar itu yang paling utama.

“Jadi foging fokus bukan solusi yang paling utama jadi masyarakat harus memastikan tidak ada jentik, kalau misalnya ada tempat genangan air disekitar rumah itu harus diperiksa, dibuang atau diganti, dikasih abate jadi kembali lagi ke masing – masing individu,” tukasnya.

“Kemarin di bulan April 214 kasus, menjelang lebaran itu ada peningkatan sedikit ya memang gini. Fokusnya DBD itu adalah masyarakat memastilan tidak ada jentik – jentik disekitar rumah itu menjadi kunci itu, Masyrakat juga harus bisa memahami bahwa kebersihan kolektif yang dibutuhkan sebenarnya, jadi misalnya ada satu rumah ada jentik itu dibersihkan dan rumah di sekelilingnya harapannya tidak ada jentik,” bebernya.

Selanjutnya, Putra Kusuma menyampaikan jika tidak ada jentik – jentik nyamuk disekitar kawasan rumah maka tidak ada potensi terkenanya DBD.

“Kalau tidak ada jentik nyamuk maka tidak ada potensi ketularnya DBD itu. itu dulu yang di pastikan beda nyamuk Aedes aegypti dengan nyamuk yang hidup di pohon – pohon kaya nyamuk malaria Aides Agepty,” pungkasnya.

Pos terkait