PANGKAL PINANG, BERITA BANGKA – Empat tersangka tindak pidana korupsi tunjangan transportasi tahun anggaran 2017-2021 di DPRD Bangka Belitung ditetapkan, hari ini Kamis (8/9/2022).

Asisten pidana khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Ketut Winawa mengatakan keempat tersangka adalah mantan Sekretaris DPRD Bangka Belitung Saifudin, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Hendra Apolo, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Amri Cahyadi, dan mantan Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung Dedy Yulianto.

Dijelaskannya, penyelidikan dimulai tanggal 30 November 2021 dari hasil laporan perkembangan penyelidikan tanggal 11 Juli 2022 dan berkesimpulan hari Senin 12 Juli 2022 telah ditemukan dugaan tindak pidana korupsi tunjangan transportasi pimpinan DPRD Provinsi Bangka Belitung tahun 2017 sampai 2021.

“Akibat perbuatan tersangka kerugian negara lebih kurang senilai 2,4 miliar rupiah,” sebutnya.

Saat ini Ketut Winawa menambahkan, keempat tersangka disangkakan dengan melanggar primair Pasal 2 ayat (1) Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, subsider Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.