LUBUK BESAR, BERITA BANGKA – Nekat melompat dari kapal compreng tempatnya bekerja. R (20) warga Cianjur, Jawa Barat, tewas merenggang nyawa akibat tidak mampu berenang ke tepi pantai, sementara itu temannya Y (20) warga Tanggerang selamat setelah dirinya berhasil berenang ke tepian.

Diketahui kejadian tersebut bermula pada Jumat (9/9/2022) yang lalu, keduanya berencana melarikan diri dari kapal compreng tempatnya bekerja, akibat merasa gaji yang didapati keduanya terlalu kecil dan merasa kecewa lalu keduanya loncat dari kapal.

IMG 20220913 014345
Salah satu korban selamat

“Awal kejadian waktu itu saya berencana terjun dari kapal sendiri pada jumat malam (09/09/2022), sebelum saya loncat saya bicara dengan korban R (20) apa ingin ikut saya loncat, dan korban ternyata ikut loncat dan akhirnya saya loncat dulu, lalu korban ikut loncat,” ujar korban selamat Y (20) saat diwawancarai di RSUD Bangka Tengah.

Namun naas, berdasarkan informasi ditengah perjalanan korban R (20) diduga merasa kelelahan dan tidak kuat lagi untuk berenang akibat tidak adanya alat bantu, keduanya setelah beberapa kali di terjang ombak akhirnya keduanya terpisah, dan Y (20) ditemukan masih hidup oleh nelayan sekitar lokasi kejadian.

Kedua korban nekat melompat dari kapal tempatnya bekerja setelah rekan kerja lainnya sudah tertidur pulas. Tanpa membawa baju pelampung pengaman saat terjun dari kapal sehingga membuat R (20) tewas diduga tidak sanggup lagi berenang.

Mayat R (20) ditemukan warga di pesisir Pantai Bukit Merapin, Kecamatan Lubuk Besar, pada Senin (12/09/2022) dalam kondisi sudah mulai membusuk dan langsung di evakuasi ke RSUD Bangka Tengah oleh pihak berwajib.

Dari hasil visum di RSUD Bangka Tengah Dokter Forensik tidak menemukan adanya luka kekerasan di tubuh korban baik itu luka terkena senjata tajam ataupun terkena hantaman benda tumpul.

“Setelah dilakukan visum, kami tidak menemukan adanya tanda – tanda kekerasan, baik itu luka terkena benda tumpul ataupun luka terkena benda tajam, namun untuk lebih lengkapnya nanti pihak berwajib yang akan memastikan penyebab meninggalnya korban R (20), kami hanya sebatas melakukan visum saja,” ungkap Dokter forensik RSUD Bangka Tengah dr. Suroto.

Hingga saat ini berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, pihak kepolisian masih berusaha mencari informasi lebih lanjut. Bersumber langsung dari awak kapal lainya terkait kasus penyebab meninggalnya R (20), mengingat pengakuan dari teman korban, mereka loncat dari kapal karena kemauan dirinya sendiri. (Doni)