Masyarakat Pasir Putih Tolak KIP Masuk

banner 468x60

TOBOALI – Sejumlah masyarakat Desa Pasir Putih menolak keras aktifitas Kapal Isap Produksi yang akan menambang diwilayah tapak wisata, Perairan Tanjung Krasak dan sekitarnya yang akan dilakukan oleh PT. Arta Prima Nusa Jaya.

Kepala Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan, Indra menegaskan, tidak akan memberi ruang kepada para penambang untuk melakukan aktifitas tersebut mengingat terganggunya mata pencaharian nelayan lokal dengan merusak ekosistem laut.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

“Kami pertegas disini, pada rapat ini untuk kepada perusahaan PT APNJ untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan. Karena itu berdampak pada kerusakan alam dan ekosistem laut, serta menghilangkan mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan,” ujarnya pada rapat audiensi yang dilaksanakan di gedung rapat DPRD Bangka Selatan hari ini Senin (7/11/22).

Menurutnya penolakan berdasar, mengingat keberlangsungan kehidupan masyarakat lokal hanya berpangku pada aktifitas mereka sehari-hari sebagai nelayan.

“Tidak bisa dibiarkan meskipun sudah dua kali pihak perusahaan mencoba melakukan upaya bersosialisasi kepada masyarakat kita agar aktifitas mereka menambang dilaut agar diijinkan, tapi apa yang kita berikan kepada anak cucu kita nanti kalau alam sudah rusak,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi ikut mengaminkan apa yang jadi atensi masyarakat Pasir Putih terhadap mereka.

“Kalau masyarakat banyak menolak setidaknya pihak perusahaan jangan ngotot karena hasilnya tidak akan baik. Dipastikan pasti ada konflik berkepanjangan antar perusahaan dan warga. Jadi tolong dalam rapat menyerap aspirasi ini agar pihak perusahaan mengindahkan hal tersebut,” tekannya.

Tak hanya itu, Erwin menambahkan Bangka Selatan tidak anti investor namun eloknya lebih mementingkan hak masyarakat berbanding mencari keuntungan dari sumber daya alam yang diketahui hingga kini cuma pasir timah yang jadi sorotan bisnis para pengusaha.

Pos terkait

banner 468x60