BANGKA SELATAN – Pekerja tiang reklame di Jalan Sudirman, Toboali, Bangka Selatan menggunakan ilmu meringankan tubuh dalam bekerja. Pasalnya, pekerja dari Cinda Group itu mengabaikan K3, tiga orang pekerja bergelantungan pada tiang yang akan dibangun. Menaikan tiang demi tiang sembari mengelas besi tanpa menggunakan peralatan keselamatan kerja (K3) sama sekali.

Diketahui, tinggi tiang dari permukaan tanah itu setinggi 16 meter menjulang ke atas, dengan diameter banner 5 X 10 meter persegi tentu sangat rawan bahaya.

Terpantau di lapangan, dengan kondisi pembangunan tiang pada pemukiman padat penduduk itu serta lalu lalang kendaraan roda empat dan roda dua, membuat khawatir sebagian pengguna jalan yang melintas.

Salah satu pengguna Jalan Sudirman, Abdul mengatakan, dirinya pada saat melintas dibawah pekerjaan itu merasa ngeri. Lantaran pada lokasi pekerjaan minim tanda pemberitahuan bahwa pada lokasi itu ada proyek pembangunan tiang banner.

“Pemberitahuan pembangunan pekerjaan tidak ada. Ngeri melintas disini, mana percikan api las mereka kemana-mana. Apalagi pada saat ini jam ramai lalu lintas pengendara sekitar ditengah pemukiman padat penduduk pula,” ujarnya pada, Sabtu (14/1/2023).

Sementara, salah satu pekerja Cinda Group, Yadi mengatakan reklame yang dibangun itu setinggi 16 meter dengan diameter banner reklame 5×10 meter.

“Tinggi tiang banner 16 meter dengan direncanakan banner lebar 5 meter kali panjang banner 10 meter,” kata dia ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/1).

Lemahnya pengawasan yang dilakukan Cinda Group atas kelalaian pekerjanya sehingga Yadi pekerja Cinda Group anggap K3 itu tidak penting, menurutnya malah bikin risih saat bekerja.

“Iya memang seperti ini kami bekerja bang, tanpa memakai peralatan pengamanan kerja, sementara ini K3 tidak penting,” ungkapnya.

Padahal dengan peralatan K3 itulah nyawa dan keselamatan kerja para pekerja dapat diminimalisir apabila terjadi kecelakaan kerja.

Hingga berita ini dipublish pengawas pekerja tiang reklame Cinda Group masih dalam upaya konfirmasi media ini guna keberimbangan informasi.