BANGKA SELATAN, BERITA BANGKA.COM –Β Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Eka Agustina menghimbau, kepada seluruh masyarakat untuk bersama memberantas peredaran dan penggunaan narkotika di wilayah masing-masing.

Lantaran, kata Eka, bahaya narkotika di Bangka Selatan semakin hari semakin memprihatinkan. Pengedar lakukan berbagai trik dan upaya untuk meracuni orang dewasa hingga anak-anak.

Selain itu, dengan memerangi narkotika secara bersama atas peredarannya diwilayah masing-masing tentu dapat memberantas hingga ke akarnya.

Modus dari perusak (Pengedar narkoba), sebut Kepala BNNK itu, seribu satu cara dilakukan agar target mereka tercapai.

“Tolong waspada sekarang ini memang masalah narkoba ini bukan hal sepele, jadi banyak nanti berbagai zat berbahaya beredar di lingkungan kita sendiri, banyak juga modifikasi-modifikasi dari jenis zat-zat baru yang masuk,” ujar Eka Agustina pada konfrensi pers di gedung BNNK Basel, Jum’at (10/3/2023).

Kepala BNNK itu mengungkapkan, example atau contoh narkotika jenis sabu saat ini malah disederhanakan dalam peredarannya berbentuk permen, agar bisa mengelabui saat bertransaksi.

“Termasuk kemarin juga, menerima gambaran dari hasil labnya Puskesmas Toboali, dari tangkapan Polres Bangka Selatan dan itu sekarang malah dalam bentuk gula batu jadi belum dilebur dalam bentuk seperti serbuk sabu itu, Jadi kalau misalnya ndak tahu dikunyah-kunyah, nyatanya permen itu kan jadi bahaya,” katanya.

Memang harus update dengan informasi tentang jenis jenis narkotika tambahnya, dengan banyak jenis narkotika sekarang dapat dilihat melalui google sederhananya.

“Buka Google aja, atau pun udah tahu, nggak rajin-rajin buka, kemudian ikuti teknologi, perkembangan-perkembangan jadi harus tahu. Jangan istilahnya yang ibu-ibu tahunya di dapur aja, tidak mengetahui anaknya pemakai dan anak pengguna atau jadi bandar narkoba enggak tahu,” tukasnya.

kemudian tambahnya, untuk selalu men jaga komunikasi yang baik dan akrab dengan keluarga itu sangat penting.

“Sesibuk-sibuknya orang tua, harus ada waktu dan komunikasi dengan anak. karena bagaimanapun anak itu adalah aset kita dan masa depan kita ,” imbuh Eka.

Ia berpendapat sebagai orang tua harus lebih bijak mengawasi anak terhadap narkoba karena saat ini teknologi dirancang memudahkan akses bertransaksi maupun mendapatkan informasi.

“Dan jadi orang tua pun yang harus tahu teknologi, dan harus belajar bagaimana memecahkan suatu masalah karena yang kita hadapi adalah anak-anak milenial sekarang ini, bukan anak-anak zaman dulu, jadi kita harus siap-siap menghadapi itu,” pungkasnya. (Try)