Selain itu keuntungan lain menurutnya akan diperoleh PT Timah Tbk, seperti mencairkan hubungan PT Timah Tbk dengan masyarakat Babel yang kerap terjadi konflik terkait penambangan.
Babel tentunya layak mendapatkan saham ini, sebab dengan bertambahnya pemasukan dari saham untuk Babel tentunya akan menambah fasilitas pelayanan untuk masyarakat.
“Bahkan dalam penyusunan anggarannya nanti, tentu dilakukan bersama dalam pengambilan keputusan yang kemudian dikontrol bersama oleh DPRD dan masyarakat sendiri,” jelasnya.
“Waktunya pemerintah berterima kasih terhadap masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Bustami Rahman menanggapi kelayakan Babel mendapat saham 10% ini.
Sebab menurutnya, seharusnya masyarakat tidak hanya mendapatkan dampak kerusakan, tetapi juga bersama menikmati hasil dari bumi, air dan kekayaan di dalamnya, walaupun diatur dan dikuasai oleh negara, tentunya juga harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Ditanya kelayakan pemerintah daerah mendapatkan saham 10 % PT Timah Tbk, Fachry Ali mengatakan bahwa Babel sangat layak mendapatkannya.
“Saya kira Babel layak sekali mendapatkannya, karena pemprov dan pemerintah pusat adalah pihak yang sama. jika keduanya memegang saham, maka PT Timah seharusnya menjadi lebih bagus,” tambahnya.
Dirinya menyarankan, komunikasi yang dilakukan untuk permintaan saham ini harus dilakukan oleh kedua pihak, yaitu pihak pemerintah daerah dan PT Timah Tbk sendiri. Komunikasi ini menurutnya adalah jalur komunikasi profesional.
Sedangkan komunikasi politik yang juga diusahakan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ini juga diharapkan mampu membantu menjadi pertimbangan khusus oleh pemerintah pusat sebagai pengambil kebijakan.
Sumber: Kominfo




