Mimpi Lada Putih Babel Masuk Pasar Ekspor

banner 468x60

BERITABANGKA.COM – Lada putih Bangka Belitung atau “Muntok White Pepper” terus diperkuat posisinya sebagai komoditas ekspor andalan nasional dan menjadi mimpi petani Bangka Belitung.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) mengintensifkan penguatan hilirisasi dan sistem ketertelusuran guna memastikan produk memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan mutu pangan global.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Karantina Babel Herwintarti menegaskan bahwa ketertelusuran tidak hanya berbicara persyaratan teknis ekspor saja, tetapi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pasar internasional.

Menurutnya seperti dikutip Beritabangka.com, konsistensi mutu dan kejelasan asal produk menjadi faktor penentu diterimanya lada putih Bangka Belitung di pasar global.

“Ketertelusuran komoditas merupakan instrumen strategis untuk mendukung hilirisasi, meningkatkan kepercayaan buyer internasional, serta memperkuat daya saing Muntok White Pepper sebagai produk unggulan. Ini selaras dengan arah kebijakan nasional dalam program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” kata Herwintarti.

Berdasarkan catatan sistem Best Trust milik Barantin, kinerja ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang tahun kemarin 2025 masih menunjukkan tren positif.

Total volume ekspor tercatat mencapai 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengapalan, dengan nilai ekonomi sekitar Rp180 miliar.

Selain pasar ekspor menurutnya, pergerakan lada putih untuk kebutuhan domestik antarwilayah juga terbilang signifikan.

Sepanjang 2025, pengiriman ke luar daerah dalam negeri mencapai 6,32 ribu ton dengan frekuensi 308 kali pengiriman, serta nilai transaksi sebesar Rp535,89 miliar.

Sementara itu, negara tujuan utama ekspor meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.

Herwintarti menjelaskan, Karantina Babel secara aktif mengimplementasikan Program Go Ekspor sebagai strategi mendorong pelaku usaha lada putih agar mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.

Program ini menyasar penguatan kesiapan ekspor dari hulu ke hilir, termasuk pendampingan teknis, pengawasan karantina, serta pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari (SPS).

“Setiap tahapan produksi kami pastikan memiliki ketertelusuran yang jelas, mulai dari sumber bahan baku di kebun, proses pascapanen, hingga pengiriman. Dengan pengawasan karantina yang optimal, mutu produk tetap terjaga dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina,” ujarnya.

Tak hanya pengawasan, Karantina Babel juga berperan aktif memberikan asistensi kepada pelaku usaha terkait pemenuhan standar keamanan pangan dan regulasi ekspor.

Pembaruan informasi mengenai kebijakan dan persyaratan negara tujuan disampaikan secara berkala agar pelaku usaha dapat menyesuaikan diri sejak awal.

Melalui penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi peran karantina dalam Program Go Ekspor, lada putih Bangka Belitung diharapkan mampu mempertahankan pasar yang telah ada sekaligus membuka peluang ekspansi ke negara tujuan baru.

Upaya ini diyakini olehnya tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta penguatan ekonomi daerah dan nasional. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60