Iwan Meraup Puluhan Juta Perbulan Pasca Tidak Lagi Menjadi Honorer

banner 468x60

BERITABANGKA.COM – Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Iwan, warga Kavling Kelurahan Arang Dalam, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, menjadi bukti nyata dari pepatah tersebut. Setelah tak lagi bekerja sebagai sopir honorer di Kecamatan Lubuk Besar, Iwan kini sukses menjadi petani cabai rawit dengan omzet jutaan rupiah setiap panen.

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah seluas 250 meter persegi, Iwan menanam 1.800 batang cabai rawit. Modal awal yang ia keluarkan sebesar Rp4,5 juta kini telah berbuah manis. “Dulu, sebelum jadi sopir honorer, saya memang sudah sempat bertani cabai. Setelah berhenti bekerja, saya kembali menekuni profesi lama. Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Minimal kalau mau bikin sambal, cabainya sudah tersedia di rumah,” ujar Iwan, Senin (13/1/2025) kemarin.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Iwan, proses tanam hingga panen pertama memakan waktu 90 hingga 95 hari. Namun, tanaman cabai ini bisa dipanen hingga lebih dari 20 kali dalam satu musim tanam. “Setiap panen bisa menghasilkan 30 hingga 50 kilogram, tergantung populasi tanaman yang tumbuh subur,” jelasnya.

Namun, perjalanan Iwan menjadi petani cabai tidak selalu mulus. Ia menghadapi berbagai kendala, mulai dari serangan hama, modal yang terbatas, hingga fluktuasi harga cabai di pasaran. “Hama sering menyerang batang tanaman hingga menyebabkan kekeringan. Selain itu, modal juga menjadi tantangan. Ditambah lagi, harga cabai yang kadang-kadang anjlok membuat kami merugi,” tuturnya.

Iwan juga mengungkapkan bahwa meskipun ada bantuan dari pemerintah atau dinas terkait, jumlahnya masih sangat minim. “Bantuan itu ada, tapi porsinya kecil sekali, hitungan nol koma lah. Sisanya, kami petani harus berjuang sendiri. Harapan kami ke depan, pemerintah lebih memperhatikan nasib petani, terutama soal bantuan yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” ungkap Iwan.

Keberhasilan Iwan mengolah lahan pekarangan menjadi sumber penghasilan patut menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan ketekunan, lahan yang terbatas sekalipun dapat menghasilkan keuntungan. “Kalau ditekuni, hasilnya pasti ada. Yang penting sabar dan terus belajar mengatasi kendala,” kata Iwan.

Kini, Iwan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan cabai di daerahnya. Semangat dan perjuangannya menjadi cerminan betapa potensi pertanian di tingkat lokal masih sangat menjanjikan. Dengan dukungan yang lebih baik dari pemerintah, bukan tidak mungkin para petani seperti Iwan akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60