Warga Toboali Bangka Selatan Desak Polisi Buka Tersangka Perundungan di SDN 22 Rias

banner 468x60

BERITABANGKA.COM – Kasus kematian seorang anak siswa SD Negeri 22 Desa Rias, Toboali, Bangka Selatan yang diduga akibat aksi perundungan (bullying) oleh teman-temannya hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Proses penetapan pelaku belum juga diumumkan, meski otopsi jenazah telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Publik mempertanyakan arah penyidikan kasus tersebut. Sebagian pihak khawatir kasus ini akan “mengendap” tanpa ada kejelasan pelaku.

“Apakah kasus ini akan berakhir tanpa tersangka? Jangan sampai otopsi yang sudah dilakukan justru membuat kasus menguap di tengah jalan,” ungkap salah satu warga Toboali, Abdul, Senin (8/9/2025).

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto beberapa waktu lalu menegaskan pihaknya masih menangani kasus tersebut secara serius.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat polisi akan menyampaikan kebenaran kepada publik.

“Kasus ini belum berhenti. Proses penyidikan masih berjalan dan kami akan membuka hasil penyelidikan secara transparan,” kata Agus Arif kepada jurnalis Berita Bangka, selepas doa bersama di Himpang 5 Habang, Toboali beberapa waktu lalu.

Selain menunggu kepastian penegakan hukum, desakan juga datang dari masyarakat agar pihak sekolah turut bertanggung jawab.

Kepala sekolah dan wali kelas disebut tidak boleh lepas tangan atas insiden yang menelan korban jiwa tersebut.

“Jika terbukti adanya kelalaian, sanksi tegas harus diberikan. Tidak hanya pemecatan, tetapi juga pertanggungjawaban pidana bagi pihak yang membiarkan perundungan terjadi,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Bangka Belitung.

Kasus ini menjadi perhatian luas lantaran melibatkan anak usia sekolah dasar. Para pemerhati menilai, penanganan hukum yang transparan dan adil akan menjadi tolak ukur negara dalam melindungi anak-anak dari kekerasan di lingkungan sekolah.

“Bullying yang dibiarkan sama saja membuka ruang tragedi serupa terulang. Kasus ini harus tuntas agar ada efek jera sekaligus perlindungan bagi anak anak kita,” tegasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60