BERITABANGKA.COM — Seorang nelayan setempat, Cipi (43), yang sempat dikabarkan hilang di laut, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Jambi pada Sabtu (1/11/2025).
Tokoh masyarakat Desa Penganak, Laode Bakiru, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., beserta jajaran Sat Polairud Polres Bangka Barat dan Basarnas yang bergerak cepat dalam proses pencarian.
“Kami selaku masyarakat Penganak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolres dan tim gabungan yang telah sigap membantu warga kami. Kehadiran Polairud membuat kami merasa aman, terutama bagi para nelayan yang setiap hari berjuang di laut,” ungkap Laode dengan penuh haru.
Sebelumnya, Cipi dilaporkan hilang pada Kamis (30/10/2025) setelah terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya. Dalam pesan terakhir, ia sempat melaporkan bahwa mesin pompongnya rusak di perairan Tanjung Genting, Bangka Barat, saat menarik ponton dari Penganak menuju Keranggan. Sejak saat itu, kontak dengan korban terputus.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Polairud Polres Bangka Barat segera membentuk tim pencarian gabungan bersama Basarnas Bangka Barat. Operasi pencarian dilakukan sejak pagi hari, menyisir kawasan perairan Peltim hingga ke perairan Jambi, sejauh 38 mil laut dari barat laut Bangka Barat.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan Cipi dalam keadaan selamat di laut. Korban kemudian dievakuasi dan dipulangkan ke rumahnya di Desa Penganak, disambut tangis bahagia keluarga dan warga sekitar.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Ps. Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi cepat, kerja sama solid, dan dedikasi tinggi personel di lapangan.
“Sat Polairud tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir. Setiap laporan warga akan kami respon dengan cepat demi keselamatan bersama,” ujar Iptu Yos.
Keberhasilan operasi ini tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya Sat Polairud Polres Bangka Barat, sebagai polisi yang humanis, sigap, dan peduli terhadap keselamatan masyarakat pesisir. (*)












