BERITABANGKA.COM – Larangan makan sambil tertawa sudah sering kita dengar sejak kecil. Orang tua kerap menasehati agar saat makan kita fokus dan tidak bercanda berlebihan. Nasihat ini bukan tanpa alasan. Ada aspek kesehatan, etika, hingga adab yang menjadi pertimbangan.
Secara medis, tertawa saat makan dapat meningkatkan risiko makanan tersedak karena saluran pernapasan dan jalur makanan tidak bekerja optimal ketika seseorang sedang tertawa. Ketika tertawa, otot-otot tenggorokan terbuka lebih lebar, sehingga makanan dapat masuk ke saluran napas dan menyebabkan tersedak (choking). Jika tersedak berat bahkan dapat membahayakan keselamatan.
Dari sisi etika, makan sambil tertawa terbahak-bahak dianggap kurang sopan, terutama saat bersama keluarga atau masyarakat. Makanan adalah rezeki yang seharusnya disyukuri, sehingga dianjurkan menikmati dengan tenang dan penuh kesadaran.
Dalam ajaran agama pun, adab ketika makan telah diatur agar seseorang menghormati nikmat yang diberikan Tuhan. Salah satunya yaitu membaca doa sebelum makan.
Doa Sebelum Makan (Arab)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
Doanya:
بِسْمِ اللهِ
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah.
Jika lupa membaca di awal lalu teringat di tengah makan, dianjurkan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya.
Doa Setelah Makan
الْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, minum, dan menjadikan kami sebagai orang-orang muslim.
Selain sebagai bentuk ketaatan, ada sejumlah hikmah berdoa sebelum makan:
1. Mengingat bahwa rezeki adalah pemberian Tuhan.
Membaca doa membantu kita menanamkan rasa syukur atas nikmat.
2. Menjaga hati dari sifat sombong.
Makanan bukan semata hasil usaha, tetapi juga karunia.
3. Menghadirkan keberkahan dalam makanan.
Makanan yang diberkahi diyakini memberi kesehatan lahir dan batin.
4. Menjaga adab dan ketenangan saat makan.
Doa menjadikan kegiatan makan lebih tertata dan penuh kesadaran.
5. Mencegah perilaku berlebihan seperti makan sambil bercanda atau tertawa keras.
Fokus pada makanan juga membantu pencernaan berjalan optimal.
Makan adalah aktivitas sederhana, namun penuh makna. Menjaga adab ketika makan mencerminkan rasa hormat terhadap diri sendiri, sesama, dan Sang Pemberi Rezeki. Jadi, nasihat orang tua untuk tidak makan sambil tertawa bukan hanya tradisi, tetapi mengandung nilai kesehatan, etika, dan spiritual yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. (*)







