BERITABANGKA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Bangka tengah melakukan pengejaran setelah delapan tahanan dilaporkan kabur dari ruang sel pada Rabu pagi (8/4/2026).
Hingga saat ini, tim gabungan masih menyisir berbagai titik pelarian untuk menangkap tujuh orang yang masih buron.
Insiden ini terdeteksi sekitar pukul 05.30 WIB. Satu tahanan dilaporkan telah menyerahkan diri tak lama setelah aksi pelarian tersebut, sementara tujuh lainnya masih dalam pengejaran intensif.
Jeruji Besi Dipotong, Pelarian Terencana?
Dugaan sementara menyebutkan bahwa para tahanan berhasil keluar setelah merusak fasilitas negara. Jeruji besi sel ditemukan dalam kondisi terpotong yang menguatkan dugaan bahwa mereka menggunakan gergaji besi untuk meloloskan diri.
Identitas tujuh tahanan yang masih diburu terdiri dari pelaku berbagai tindak kriminal, yakni, 4 Orang tahanan kasus narkoba. 2 Orang tahanan kasus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 1 Orang tahanan kasus pencurian.
Atensi Khusus Polda Bangka Belitung
Kejadian ini memicu perhatian serius dari jajaran petinggi kepolisian daerah. Wakapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol Murry Mirranda terpantau langsung mendatangi Mapolres Bangka guna memimpin koordinasi dan mengevaluasi situasi di lapangan. Kehadiran jenderal bintang satu ini menegaskan bahwa penangkapan kembali para buronan menjadi prioritas utama.
Meskipun penyisiran terus dilakukan secara masif, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra belum merilis pernyataan resmi terkait detail kronologi maupun celah keamanan yang menyebabkan alat pemotong bisa masuk ke dalam sel.
Masyarakat Diminta Waspada
Pihak kepolisian telah menyebarkan foto serta ciri-ciri ketujuh buronan melalui media sosial dan selebaran fisik. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
PENTING: Jika Anda melihat orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan atau mengenali wajah pelaku berdasarkan foto DPO yang beredar, segera hubungi kantor polisi terdekat atau layanan darurat kepolisian.
Upaya pengejaran saat ini difokuskan pada pintu-pintu keluar wilayah Bangka dan lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku. (*)








