DBD Mewabah di Wilayah Toboali, dr. Agus Pranawa: Kebersihan Lingkungan di Jaga

banner 468x60

TOBOALI – 17 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang masyarakat di Bangka Selatan. Dalam sepekan terakhir dua warga Toboali meninggal dunia, menindak lanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sudah mengeluarkan surat edaran dalam penanggulangan wabah DBD yang merebak di Bangka Selatan.

dr Agus Pranawa selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan , mengatakan, hingga hari ini Sabtu (12/2/2022), 17 kasus tercatat dan dua orang meninggal dunia.

“17 kasus tercatat dari 17 itu dua di antaranya meninggal dunia. Pemkab sudah keluarkan surat edaran bupati terkait peran serta masyarakat untuk menangani hal tersebut,” kata dr Agus Pranawa, diruang kerjanya (12/2).

Selanjutnya dia berharap peran serta masyarakat dalam menerapkan 3 M Plus, menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air dan hindari gigitan nyamuk tidur pakai kelambu dan memakai obat nyamuk.

“Setidaknya peran serta masyarakat dalam memberantas jentik nyamuk dapat dilakukan  dari lingkungan pribadi dulu,” ujar dr. Agus Pranawa

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Selain itu, lanjut Agus petugas dari Puskesmas setempat juga akan turut kelapangan ketika ada laporan kasus DBD, dan akan dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk menindaklanjuti dengan fogging.

“Sebelumnya fogging hanya membunuh nyamuk saja tapi tidak membunuh jentik nyamuknya. Jadi kami berharap peran serta masyarakat juga untuk mencegah DBD ini juga diperlukan, agar semuanya terhindar dari DBD,” tandas dr. Agus Pranawa

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250