Dua Komoditas Pangkalpinang Kembali Berlaga di Pasar Ekspor

banner 468x60

Para petani dan nelayan diberi pendampingan untuk memproduksi lidi nipah tujuan ekspor. Dan kini dengan ribuan pohon nipah yang tumbuh di sepanjang sungai, pantai dan kawasan rawa-rawa telah dapat diekspor dan menjadi alternatif pencaharian baru masyarakat Babel. Sebelum dilakukan ekspor, pihak Karantina Pertanian Pangkalpinangpun memberikan pendampingan berupa bimbingan teknis bagi pemenuhan persyaratan negara tujuan, tambah Zuhri.

“Kami pastikan lidi nipah telah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan ekspor,” jelas Zuhri.

Selain ekspor perdana lidi nipah sebanyak 12 ton dengan nilai Rp. 108 juta rupiah yang siap diberangkatkan ke Nepal, pada saat yang bersamaan dilepas juga komoditas unggulan lainnya yakni lada sebayak 45 ton senilai 2,5 M milik PT. MJL ke Jepang.

Zuhri juga memaparkan kinerja ekspor produk pertanian diwilayah kerjanya yang termuat pada data ‘real time’ di sistem perkarantinaan, IQFAST. Tercatat selama Januari sampai Juni 2020 masing-masing ekspor lada sebanyak 1.075 ton, karet 7.922 ton dan turunan olahan sawit sebanyak 34.700 ton.

Dibanding periode yang sama pada tahun 2019, ekspor tahun ini mengalami sedikit penurunan sampai 12 persen akibat banyaknya pembatasan moda transportasi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250