BERITA BANGKA – Ramadhan selalu punya cerita unik tentang berbagi, namun apa yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Bangka Selatan kali ini benar-benar mencuri perhatian publik.
Di bawah komando Hj. Elizia Riza Herdavid, Pramuka bukan lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler sekolah, melainkan mesin sosial yang bergerak nyata di tengah masyarakat.
Bertempat di Hotel A3, suasana haru pecah saat puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas disambut hangat oleh sosok yang akrab disapa Bunda Elizia ini.
Bersama Tim BAHER, aksi ini menjadi bukti bahwa sinergi adalah kunci untuk menghadirkan senyuman bagi mereka yang membutuhkan.
Gebrakan Kwarcab Pramuka Bangka Selatan
Elizia Riza Herdavid membuktikan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang hadir di lapangan. Tak tampak sekat antara sang Ketua Kwarcab dengan anak-anak pesisir Kelurahan Tanjung Ketapang.
“Pramuka itu pengabdian. Di bulan suci ini, misi utama kita adalah memastikan tidak ada adik-adik kita yang merasa sendirian. Kami hadir untuk berbagi semangat dan sedikit kebahagiaan,” ujar Elizia dengan penuh ketulusan.
Banyak pihak memuji kualitas bantuan yang disalurkan. Sebanyak 73 anak yatim dan 15 penyandang disabilitas mendapatkan paket yang dirancang untuk kebutuhan gizi dan keceriaan menyambut Lebaran:
* Paket Parcel Premium: Bukan sembarang bingkisan, isinya mulai dari susu, kurma berkualitas, cokelat, hingga kue kering pilihan.
* Dukungan Finansial: Santunan uang tunai yang diberikan langsung untuk meringankan beban ekonomi keluarga.
* Sentuhan Psikologis: Kehadiran tim yang mendengarkan keluh kesah dan memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas.
Kolaborasi antara Pramuka dan Tim BAHER Berbagi menunjukkan betapa kuatnya dampak jika semua elemen masyarakat bersatu. Tim BAHER yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial, menjadi mitra strategis bagi Pramuka dalam memetakan siapa saja yang benar-benar layak menerima bantuan di wilayah pesisir.
Aksi menggetarkan ini tak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para penerima, tapi juga menjadi trigger bagi komunitas lain di Bangka Selatan. Elizia Riza Herdavid telah menetapkan standar baru: bahwa berorganisasi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. (*)









