Jelang Hari Jadi ke-318, Pemkab Basel Matangkan Festival Junjung Besaoh

banner 468x60

TOBOALI, BERITABANGKA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyosialisasikan logo resmi Hari Jadi Kota Toboali ke-318 Tahun 2026 sekaligus mematangkan persiapan Festival Junjung Besaoh 2026.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (18/9/2026), dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangka Selatan Haris Setiawan, S.Pi., M.T., didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Anshori, S.AP., M.Si.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan perangkat daerah, kecamatan, Satpol PP, bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta unsur Lembaga Adat Melayu dan Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Selatan.

Logo Angkat Sejarah dan Budaya Toboali

Logo Hari Jadi Kota Toboali ke-318 Tahun 2026 mengusung tagline “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya”.

Tagline tersebut menggambarkan tiga pesan utama. “Ngerajut Sejarah” dimaknai sebagai upaya mengingat dan merangkai kembali perjalanan sejarah Toboali. “Ngerawat Tradisi” menggambarkan upaya menjaga nilai dan norma yang berkembang di tengah masyarakat. Sementara “Ngejago Budaya” menegaskan pentingnya menjaga budaya sebagai bagian dari identitas daerah agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sejumlah unsur visual dalam logo juga memiliki makna yang berkaitan dengan identitas Toboali. Angka 318 yang saling berkaitan menggambarkan kesatuan dan kebersamaan dalam menjaga tradisi dan budaya.

Topi tradisional Sindeng menjadi salah satu elemen yang merepresentasikan identitas budaya Melayu dan tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kabupaten Bangka Selatan.

Sementara itu, unsur ombak dan ikan menggambarkan karakteristik Toboali sebagai wilayah pesisir serta potensi sumber daya laut. Lintasan pada logo menggambarkan perjalanan Kota Toboali dari masa ke masa.

Komposisi warna dalam logo juga memiliki makna tersendiri. Biru merepresentasikan air sebagai sumber kehidupan, oranye menggambarkan energi, kreativitas dan antusiasme, hijau berkaitan dengan alam, pertumbuhan dan harapan, sedangkan merah melambangkan semangat dan persatuan.

Persiapan Festival Junjung Besaoh

Selain membahas logo, rapat koordinasi juga membahas persiapan Festival Junjung Besaoh 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.

Pembahasan meliputi kesiapan teknis, penataan dan pengamanan lokasi, koordinasi antarperangkat daerah, serta publikasi rangkaian kegiatan kepada masyarakat.

Haris Setiawan mengatakan, filosofi yang dibawa melalui logo Hari Jadi Kota Toboali perlu diikuti dengan persiapan kegiatan yang matang.

Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan sesuai dengan rencana.

“Apabila ada seminar atau pameran tentu akan lebih bagus lagi. Coba didiskusikan kembali, apakah ada hal-hal yang bisa didukung dan disinergikan dari pihak pemerintah provinsi,” ujar Haris.

Ia juga meminta kesiapan publikasi dilakukan lebih awal, termasuk pemasangan spanduk dan baliho Hari Jadi Kota Toboali ke-318 di sejumlah titik strategis.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas informasi mengenai rangkaian kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui dan mengikuti agenda yang disiapkan.

Pemkab Bangka Selatan melalui koordinasi lintas perangkat daerah selanjutnya memantapkan persiapan Hari Jadi Kota Toboali ke-318 dan Festival Junjung Besaoh 2026, dengan mengedepankan unsur sejarah, tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas Kota Toboali.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250