Kenaikan Harga Minyak Goreng, Didominasi Harga Sawit Meninggi

banner 468x60

BERITA BANGKA.COM, MUNTOK–

Polres Bangka Barat (Babar) bersama Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Camat Muntok melakukan sidak terhadap kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) jenis minyak goreng. Sidak menyasar ke pasar dan gudang sembako, di Muntok. Jum’at, (05/11/2021) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, mengatakan dari hasil sidak hari ini ditemukannya harga minyak goreng yang melonjak tinggi mulai dari gudang sampai ke pedagang di pasar Muntok.

“Iya, dari hasil kita melakukan pengecekan hari ini, kita dapati ada kenaikan pada minyak goreng yang drastis naik, pada kisaran dua ribuan, dalam kurun waktu per-tiga bulan,” ujar AKBP Agus Siswanto (5/11).

Kegiatan sidak yang dilakukan hari ini dikarena banyaknya keluhan-keluhan dari masyarakat yang memang terkait kenaikan harga minyak goreng tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Setelah kita cek apakah masalah distribusi nya, atau memang ada kenaikan lainnya, setelah tadi kita dari pasar, terus langsung ke gudang, stok ada, aman, tapi harga naik dari perusahaan,” tandasnya.

AKBP Agus Siswanto, menegaskan, kenaikan harga minyak goreng tersebut, akan dilakukan tindak lanjut oleh tim pengawas, hal demikian dilakukan untuk mengetahui penyebab dari harga batas kewajaran, serta mengantisipasi lebih lonjakan harga lanjutan.

“Se-liter nya itu sepuluh ribuan lebih, sekarang sudah sembilan belas ribu, nanti dicari tahu apa dari sawitnya, atau dari perusahaan sawitnya, yang mematok harga naik,” jelasnya.

Selanjutnya diketahui, faktor kemungkinan kenaikan harga minyak goreng yang semakin tinggi dikarenakan harga sawit semakin naik, sehingga buat harga minyak goreng satu liter menjadi Rp.19.000/liter jika berbanding dengan harga sebelumnya sebesar Rp.15.000/liter.

“Kalau bahan pokok lainnya tadi ada yang turun, malahan kayak bawang tadi turun, dan juga cabe tadi harga masih normal, nanti kita Koordinasikan dengan Disperindag, kalau diketahui permasalahannya di suplai, dan jika naiknya masih wajar, ya, tidak masalah,” tukasnya.

Sementara, pemilik gudang, Candra yang biasa dipanggil Abut, mengatakan harga minyak goreng pernah mencapai Rp.10.000/liter pada dua tahun yang lalu, sebelum terserang Pandemi COVID-19.

“kita gak bisa ngomong, kita ngikut distributor, kalau pasaran naik, kita otomatis jual naik, kalau distributor turun kita turun” ujar nya, kepada BeritaBangka.com, (5/11) di gudangnya.

Menurut Candra, dengan semakin melonjaknya kenaikan harga yang terjadi saat ini , tidak ada penurunan kebutuhan konsumen. Permintaan justru bertambah, dan muncul konsumen baru.

“Kalau kita, malahan membatasi, kalau ada yang minta dua puluh kita batasin, jadi sepuluh, biasanya kan hanya ngambil dua dus (kotak,red) jadi kalau minta sepuluh dus jadi kita kasih lima dus” katanya.

Candra menjelaskan, untuk kenaikan didominasi, sudah cukup lama, sejak awal tahun mengalami kenaikan yang bertahap, diduga karena harga sawit menjadi salah satu penyebabnya.

“Sama dari harga sawit, sawit dari enam ratus sekarang jadi tiga ribu lima ratus, sawit udah berapa ratus persen dari enam ratus jadi tiga ribu lima ratus,” pungkas Candra.

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250