Kinerja APBN Semester-I untuk Respon Pandemi Covid-19

banner 468x60

Beberapa anggaran belanja yang mengalami pertumbuhan antara lain adalah realisasi belanja modal yang tumbuh sebesar 8,7%, yang didukung percepatan pelaksanaan kegiatan di awal tahun.

Untuk mendukung program PEN, program padat karya telah dilaksanakan di beberapa Kementerian/Lembaga (K/L). Selain itu, realisasi belanja bansos tumbuh sebesar 41,0% untuk mendukung kebijakan Jaring Pengaman Sosial dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

Dalam menangani Covid-19, hampir semua negara memberikan stimulus dengan skema extraordinary dan dengan ukuran yang luar biasa. Kebijakan stimulus APBN berdampak pada penambahan defisit menjadi 6,34% dari PDB.

Pelebaran defisit merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan countercyclical di mana ketika ekonomi melemah, Pemerintah perlu ikut masuk untuk memberikan stimulus bagi perbaikan ekonomi. Dalam rangka penanganan pandemi Covid-19, untuk mendukung pembiayaan APBN, kebijakan yang dilakukan pemerintah bersama BI adalah BI dapat membeli SBN di pasar perdana (sesuai UU No. 2 Tahun 2020).

Outlook APBN Tahun 2020

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Beragam institusi internasional memberikan proyeksi yang beragam terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang menunjukkan masih tingginya ketidakpastian, khususnya di tahun 2020.

IMF memprediksi perekonomian Indonesia pada -0,3 sementara World Bank menyebutkan pertumbuhan 0 pada 2020. OECD juga memroyeksikan perekonomian Indonesia berada pada -3,9 s.d. -2,8, sementara ADB dan Bloomberg (Median) masing-masing memroyeksi -1 dan 0,5.

Pertumbuhan ekonomi semester II diharapkan membaik dan stabilitas ekonomi makro terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diproyeksikan untuk dapat tumbuh positif dengan didukung program PEN. Program stimulus bantuan sosial akan mendorong konsumsi masyarakat Semester II, sementara konsumsi Pemerintah di semester II dapat meningkat sejalan realisasi belanja pemerintah (pusat dan daerah).

Selain itu, investasi semester II diperkirakan tumbuh moderat seiring dengan membaiknya keyakinan investor. Namun, perdagangan internasional diperkirakan masih mengalami kontraksi karena masih rendahnya permintaan global.

Sementara itu, inflasi diperkirakan meningkat bertahap seiring pulihnya konsumsi, dengan inflasi inti meningkat sejalan dengan peningkatan permintaan pasca pelonggaran PSBB bertahap. Inflasi pangan relatif terkendali, namun masih terdapat risiko fluktuasi harga pangan pada masa tanam.

Nilai tukar rupiah diperkirakan dalam tren menguat sejalan dengan stabilitas ekonomi makro dan arus modal masuk ke dalam negeri namun tetap diwaspadai risiko volatilitas pasar keuangan global. Harga minyak masih terdapat risiko volatilitas karena pengaruh supply and demand global serta faktor geopolitik.

Lifting migas akan dioptimalkan untuk mencapai target dengan menjaga keekonomian wilayah kerja, efisiensi biaya, serta mengupayakan proyek-proyek migas yang onstream di tahun 2020 dapat berjalan tepat waktu.

Pendapatan Negara semester II akan dioptimalkan terutama dari sisi perpajakan sejalan dengan membaiknya aktivitas usaha di Era Normal Baru. Outlook belanja negara semester II diperkirakan lebih baik sejalan dengan implementasi kebijakan penanganan Covid-19 dan program PEN. (Rahayu Puspasari/Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan)

banner 300x250

Pos terkait

banner 300×250